Langsung ke konten utama

Terlalu Banyak Air Mata


Mengapa cuaca tampak begitu cerah hari ini ?
Mengapa langit jauh lebih menawan di atas sana?
Masih berakting didalam skenario yang kuciptakan sendiri.
Kucoba tertawa riang, sepertimu
Kucoba menyukai semua hal yang kau suka. Itu semua tak menyenangkan.
Entah bagaimana aku berpikir, kenyataannya kau berada di situasi yang berbeda denganku.
Aku memiliki segudang rahasia, maka dari itu aku banyak menciptakan kebohongan.
Jujur itu terlalu sulit bagiku. Terlebih, jujur akan perasaanku terhadapmu. Jujur benar-benar menyakitkan.
Aku mendapatkan terlalu banyak duri, maka dari itu aku sering terluka.
Diam-diam, air mata jatuh tanpa kuperintah dan tanpa kusadari.
Aku mencoba membersihkannya, menyekanya berkali-kali sepanjang waktu.
Namun, mereka terbentuk lagi, lagi, dan, lagi.
Kucoba menyibukkan diri dengan memainkan sebuah permainan yang membosankan.
Kucoba menyanyikan lagu yang hanya bisa membuatku terbawa ke alam lain.
Bagaimanapun cara yang kugunakan 'tuk melupakan kesedihanku, tanpamu, aku menangis.
Aku tidak dapat berkata apapun, kau telah pergi.
Air mata dingin terus terurai, mengalir tiada henti.
Semua cinta yang kupunya telah terbakar, dan yang tersisa hanyalah bekas luka yang lelah menunggu. Aku tak mampu melupakan orang sepertimu.
Hatiku sakit, dan semakin sakit karenamu
Tetap berada disini sendiri, tak melakukan apa-apa. Hanya mencoba melupakan kenangan tentangmu.
Aku menangis lagi. Aku tak bisa mengendalikan air mata yang terus mengalir. Darimana asalnya, bagaimana mereka terbentuk lagi dan lagi, aku tak tahu. Yang kutahu, hanyalah aku sangat terluka.
Aku memiliki hati yang lemah, juga sangat kesepian. Bisa saja setiap hari seperti ini , menangis sendirian di dalam kesunyian. Aku bisa memberikan cinta, namun aku tak tahu cara membuangnya.
Aku terlalu banyak menangis, sehingga ketakutanku pada cinta pun tumbuh.
Aku tidak dapat melihatmu dengan jelas, karena banyaknya tangisanku.
Bagaimana jika esok pagi aku tak sengaja bertatap muka denganmu?
Bagaimana jika kau mempertanyakan mataku yang sembab ini? Apa yang harus kulakukan? Ku ingin kita berpisah tanpa melupakan identitas kita masing-masing.



Just for  you !!! 
Mr. Kampungan... :')

Komentar

Postingan Favorit

Setelah Mendongeng Pkn-_- (Part 2)

Gue minta duit maaf, soalnya gue gak nge-post pas di hari senin postingan kemarin-__- Setelah postingan yang terakhir itu, besoknya emang presentasi. Tapi ada urutan tersendirinya. Kelompok gue dapet urutan ke-empat. Lumayanlah. Karena, saat itu, banyaaaakkk banget kejadian yang gak terduga.  1. Dayu gak bawa laptop. Padahal di laptopnya dia, ada lagu latar yang udah kita siapin. Alhasil semua anggota marah sama dia. Untungnya, dia bawa flashdisk :) 2. Ternyata oh ternyata, flashdisk-nya Mamih Dayu ini kena virus! Jadi mau flashdisk ini dimasukin ke laptop manapun, hasilnya  tetep NIHIL. 3. Salah satu wayang kita HILANG. Gue cukup pasrah dengan kejadian flashdisk itu. Mungkin kelompok kita ditakdirkan untuk tidak memakai suara latar. Gue pun itung lagi semua wayangnya. Ternyata oh ternyata lagi, wayang kita menghilang satu. Dan itu adalah wayang si Pak Radjiman Wedyodiningrat.

Aku Akan Di Belakangmu Meski Tak Selamanya~

 Mataku terbelalak kaget dengan perasaan senang mendapati selebaran daftar lomba bahasa indonesia yang terpajang di mading sekolah. Keren ! Coba kalau aku bisa ikut..  "Mau ikut? Ikut aja kali, Fir. Kalau kusaranin nih yaa.. Mending ikut lomba baca puisi aja. Kamu kan bagus kalo baca puisi, siapa tau bisa menang..," saran Rima yang ada di sampingku.   "Emang kamu ikut?" hmm... Pertanyaan yang aku sudah tau jawabannya.  " Ikutlah... Tapi, aku pinjem puisimu ya... Nanti aku bacain pengarangnya deh.. Karya : Fira Putria... Hahahah..." aku tertawa mendengar cara bicaranya.  "Aku ikut kalau Vino ikut.." kataku akhirnya. Vino, orang yang sudah mengambil separuh hatiku selama 3 bulan.  "Yaah... Terserah deh... Kalau di pikir-pikir, emang dia bisa apa?" tanya Mira dengan nada merendahkan, lalu pergi ke kelas. 

Menjadi Sahabat yang Baik

Jadi apa yang muncul di pikiran lo saat mendengar kata 'sahabat' ?  Orang yang paling paling paliiingg deket sama lo?  Orang yang lebih dari sekedar teman? Atau, orang yang kalau dia pergi, lo berasa kehilangan salah satu organ terpenting lo? '-' Gue akan berhenti menerka-nerka. Karena gue tahu, pandangan tiap orang itu beda-beda. Jadi definisikan itu sendiri :3 Kalo menurut gue, sahabat itu: temen yang lebih dari sekedar temen biasa, berawal dari gak kenal > kenal > saling curhat > ejek-ejekan > saling lempar-lemparan upil :3 Eitts, tapi, apa menurut lo, orang yang lo anggap sahabat, juga menganggap lo sahabat? Oke, gue ganti pertanyaan. Apakah lo merasa, lo udah menjadi yang terbaik baginya? Manusia itu gak ada yang sempurna, gak perlu jadi sempurna untuk orang lain. Lo cuma perlu jadi yang terbaik sebisa lo. Jadi, bagaimana cara menjadi sahabat yang terbaik baginya?