Langsung ke konten utama

Alasan yang Sama

Saat aku berjanji akan menunggmu, aku benar-benar melakukannya. Sampai aku tak mampu menungumu lagi.

Pagi ini, aku berada di tempat pertama kali kita berbicara. Salah satu sudut sekolah yang sering kita lewati. Sering. Namun, waktunya yang berbeda. Banyak tergores kenangan kita di sini. Dan aku masih merasakannya. Hingga sekarang, aku masih merasakannya.

Aku sendiri. Aku berdiri tepat di anak tangga, yang dulu juga tempatmu berdiri. Aku memutar sebuah kaset di dalam otakku. Kaset yang berisi tentang memori kita. Aku ingat senyum pertamamu untukku.
Masih sama di tempat ini. Saat itu, kita berjanji akan datang. Kalau tidak salah, jam setengah 10. Tidak kukira, Kamu datang terlambat. Aku tidak meninggalkan tempat ini. Karena satu-satunya alasanku adalah untuk menunggumu. "Sorry, aku telat," itu kalimat pertama yang keluar dari bibirmu untukku. Kamu datang dengan gaya sok kerenmu. Dan kamu tersenyum padaku. Lalu, kita memulai percakapan pertama kita.
   "Woy! Ngapain diem disitu? Pagi-pagi kok udah ngelamun!"
Aku memberhentikan lamunanku sejenak dan langsung menoleh ke belakang. Seorang teman sekelasku sedang berdiri di seberang tangga, melambaikan tangannya padaku.
   "Mau tau urusan orang aja! Lagi pengin sendiri nih!" balasku dengan nada meninggi, agar terdengar olehnya. Dia mengacungkan ibu jarinya.
   "Yah, baru aja aku mau kesana! Ya, udah, selamat menyendiri, penggalau akut!" Kemudian dia pergi.
Aku tersenyum kecil. Hari ini aku sengaja datang lebih pagi. Siapa tahu, aku bisa bertemu denganmu di tempat ini. Aku tahu, pasti kamu melewati tempat ini. Sayangnya aku juga tahu, kalau kamu tidak lewat pada jam segini. Kamu selalu datang jam 6 lebih 10 menit. Sedangkan sekarang, sudah jam setengah 7.  Maaf, aku terlambat. Lagi-lagi, alasan aku disini, adalah untuk menunggumu.
Jadi, apa kabar Kamu? Mungkin Kamu tidak tahu, bahwa setiap malam aku selalu merangkai dialog kita sendiri. Siapa tahu, suatu saat nanti kita tak sengaja bertemu. Dan aku tahu apa yang harus kukatakan padamu. Aku menunggu saat-saat itu.
Kamu juga tak tahu, bahwa setiap istirahat sekolah, aku selalu mengintip di sela-sela pintu kelas. Berharap Kamu turun dari tangga yang membatasi kelas kita. Sehingga, aku diam-diam bisa mengikutimu dari belakang. Aku selalu ingin tahu kemana Kamu pergi. Jadi, aku menunggumu.
Kamu ada. Kamu pergi. Kamu menoleh padaku. Kamu mengabaikanku. Aku menyukainya. Apapun yang Kamu lakukan, aku menyukainya. Jika suatu saat nanti Kamu melewati tempat ini, aku janji. Aku akan menghampirimu. Aku akan mengatakan, bahwa aku menyukaimu.
   "Nungguin siapa sih? Bentar lagi bel, lho!"
   "Aku menunggu orang yang mempunyai goresan luka di belakang kakinya."

Siska Olie

Komentar

  1. goresan luka di belakang kaki keliatan ya? hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kelihatan kok, nih aku punya *pamer kaki*

      Hapus
  2. Nyasar di tempat yang salah gue ternyata.. Cuma ini komentar gue tentang postingan ini. Sangat puitis, namanya juga blogger cewek. Eh jgn lupa di feedback toh.

    BalasHapus
  3. Kayanya cinta yang sulit diungkapkan haha

    BalasHapus
  4. Itu kisah nyata Sis !?


    azizkerenbanget.blogspot.com

    BalasHapus

Posting Komentar

terima kasih sudah berkomentar untuk mengembangkan blog ini menjadi lebih baik. let's be mutual! :)

Postingan Favorit

Maret, Bulan Penuh Ujian

Selamat tanggal satu bulan ketiga, semuanya! Selamat ulang tahun bagi penyandang zodiak pisces dan aries! Hm. Kalo blogger yang lain memulai postingan pertama 2015 di bulan januari lalu, berbeda dengan gue, yang melahirkan postingan pertama di tahun kambing pada hari ini. Bukannya tanpa alasan hamba jadi jarang ngeblog. Namun apa mau dikata, hamba sedang diperbudak oleh soal-soal yang memang tak pernah berperikemanusiaan ini. Huv. Bentar lagi gue mau UN, jadi ya mau nggak mau harus berjuang biar rok biru ini bisa diganti dengan rok abu-abu!

Fenomena Doppelganger - Kembaran yang Misterius

  Apakah kita memiliki kembaran di dunia ini ? Apakah kita dapat berada di dua tempat pada saat yang sama ? Dalam sejarah, ada banyak catatan mengenai orang-orang yang mengaku berjumpa dengan bayangan dirinya sendiri. Fenomena ini sering disebut dengan istilah doppelganger. Doppelganger berasal dari kata Jerman yang berarti "Double Walker". Istilah ini digunakan untuk merujuk kepada bayangan diri yang dipercaya menyertai setiap manusia di bumi ini. Fenomena ini berbeda dengan penampakan hantu. Jika penampakan hantu berarti seseorang melihat citra orang yang telah meninggal, maka fenomena doppelganger berarti melihat bayangan seseorang yang masih hidup. Dalam banyak kasus, Doppelganger dipercaya sebagai tanda-tanda kematian. Konon Ratu Elizabeth I berjumpa dengan bayangan dirinya sendiri sebelum meninggal. Entah kapan fenomena ini pertama kali muncul. Namun pada tahun 1691, ditemukan catatan mengenai Doppelganger yang ditulis oleh Robert Kirk yang menulis bahwa fenomena ini t...

9 Hal Memalukan Yang Gak Ingin Terulang Lagi Seumur Hidupmu

Setiap orang pasti pernah melakukan hal yang memalukan. Termasuk gue, lo, dan dia. Gue udah ngerangkum 9 hal memalukan yang pernah orang-orang lakukan. Dan yang pastinya lo gak mau ini terulang lagi. Yuk di lihat ke bawah! 1. Ngelucu Tapi Gak Lucu Saat lo cerita panjang lebar, dan berusaha untuk menyuguhkan suatu lelucon pada teman-teman lo, ternyata lelucon lo itu... GARING! Pasti pernah kan? Duh, berharap banget deh ini gak terulang lagi!