Langsung ke konten utama

Suatu Hari di Kebun Toga

Ini baru versi atasnya. kapan-kapan aku fotoin versi fullnya.
Kebun TOGA adalah salah satu tempat dari puluhan tempat di sekolah yang paling sering gue kunjungi. Hanya anggota TOGA asli yang tau kunci menuju tempat itu (plus CS dan guru pembina sih). Gue udah sekali bikin postingan tentang kebun ini. Kalau dulu full of galau, sekarang tentang bagaimana kebun TOGA ini adalah tempat yang bisa menambah pandangan gue tentang pergaulan anak jaman sekarang.

Di tempat yang sebenernya keramat bagi gue ini, bener-bener tempat yang pas buat curhat. Nggak cuma curhat, pokoknya kalo mau meluapkan perasaan marah, sedih, kecewa, tempatnya di sini! Apalagi cuaca sepanas apapun, cuma kebun ini yang nggak panas. Dan kebanyakan orang yang curhat di sini, curhatnya sama gue-__- Minggu lalu, ada adik kelas  7 yang curhat ke gue.
Gue samarin namanya jadi Bolang (bocah patah tulang). Saat itu gue cuma berdua aja sama temen gue di kebun. Trus Bolang lagi sendiriran, ya udah gue ajakin masuk deh. Awalnya kita bercandaan doang. Gue kenal dia soalnya bapak gue mantan pacar  temen  kerja ibunya. Dia memulai curhatan dengan kalimat pembuka, "Kak, aku sebenernya males sekolah di sini.." setelah itu dia cerita panjang, bagaimana dia di-bully temennya. Tiap pulang sekolah dia buru-buru keluar kelas biar nggak dipukulin. Di kelasnya ada satu geng yang memang rajin banget liat dia susah. Pokoknya dia cerita dengan segala keresahan di wajahnya dan kegundahan di jidatnya.
Ini bukan pertama kalinya ada cerita bullying yang berseliweran di kebun TOGA. 2 minggu lalu, malah ada anggota baru yang cerita kalo temennya ini juga sering di-bully. Di tuduh macem-macem lah. Dan kalau kena hukuman, cuma dia yang nanggung. Sering di pukul juga sama satu temennya. Dia memang anak yang teramat pendiam, dan jarang bicara di sekolah. Beda saat di rumah. Di rumah, dia selalu mencari perhatian dengan membuat berbagai kesalahan. Kalau dimarah, dia nggak pernah mau terima.
Tepat di siang ini, beberapa temen gue (anggota TOGA) mencoba untuk tidak lagi membiarkan si Bolang di-bully. Nggak tau berhasil atau tidak. Tapi gue memang orang yang nggak tegaan lihat orang susah. Kecuali gue emang benci sama orang itu. Beda sama Bolang, kisah si anak korban bullying kedua tadi. Karena nggak semua dari kita bener-bener kenal dengan anak itu. Cuma gue yang kenal deket dia. Denger-denger, temen yang pernah mukulin anak ini udah dilaporin guru.
Gue sendiri nggak pernah ngerasa di-bully. Mungkin pernah, tapi gue orang yang cukup kebal untuk di-bully. Paling banter ya diejek. Bahkan gue yang lebih sering nge-bully. Tapi dengan cara lebih sopan. Misalnya ngejek temen yang emang cadel atau nempelin stiker di pantat. Dan gue selalu minta maaf kok. Iya kan?
Orang yang dari awal punya nama dan kelebihan yang jarang dimiliki orang lain, pasti ada rasa untuk ingin menguasai orang lain. Menurut gue ini bagus kalau digunakan untuk hal yang positif, contoh: untuk menjadi pemimpin di antara teman-temannya.
Dua anak yang gue ceritain tadi punya kesamaan. Sama-sama berada di kelas biasa. Sekolah gue emang masih menganut paham diskriminasi kelas. Ada kelas unggulan, ada kelas biasa, ada kelas yang isinya semua anak nakal. Pergaulan di kelas unggulan dan kelas biasa emang beda. Kalo nggak percaya, cobain deh.

Anak polos yang berada di kelas biasa, jarang ada yang benar baik-baik saja.

Gue emang bukan sosok yang tau segala-galanya tentang pergaulan semua orang. Seenggaknya gue tau rasanya disakiti. Gue sering dikhianati sama temen sendiri. Entah itu sama kayak bullying atau nggak. Tapi kalau udah kayak gitu, gue cuma bisa mengalihkan perhatian gue ke hal-hal yang bisa bikin gue lupa. Mental masing-masing orang emang beda.
Buat yang sering nge-bully, coba deh lo pikir seandainya lo yang yang balik di-bully. Jangan mentang-mentang lo punya kuasa, bisa lebih memperlakukan orang lemah seenak jidat lo.
Gue nggak suka liat orang benar jadi salah. Dan orang yang seharusnya salah jadi benar. Gue juga nggak suka lihat orang yang melakukan kesalahan, malah nggak tau kesalahannya.  Ini salah satu alasan gue pengin jadi pengacara. hehe.


Makasih buat Bolang yang udah mau curhat ke gue, sehingga menginspirasi gue buat ngeblog. hehe. Makasih juga buat temennya adik gue, yang udah mau ngasi tau tentang aslinya adik gue di sekolah.

Siska Olie

Komentar

  1. Aku juga cadel. Tapi kamu tetep suka aku kan ? :V

    azizkerenbanget.blogspot.com

    BalasHapus
  2. sebetulnya beruntunglah orang yang pernah atau sering nge-bully di sekolah or di kampus perguruan Coba knapa ???? salam knal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sorry for late respond:(
      Kenapa ya? Karena nantinya mereka bisa mengatisipasi terjadinya hal yg sama pada mereka?

      Hapus
  3. Salam kenal yaa :)
    mampir juga ke tempat ku http://yuudistira.blogspot.com/

    follow juga ku di twitter @yuudistira

    BalasHapus
  4. nanti kalau sering bully orang awas kena karmanya looh :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi kan aku udah tobat ._. Ya kan ya ._. Kan aku mau jadi pembela kebenaran ._.

      Hapus
  5. di bully itu amat sangat tidak enak haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, beda sama coklat yang enak dimakan kapan aja

      Hapus
  6. kasian yang kena bully, soalnya bakal membekas di ingatan. kali aja akhirnya dia balas dendam dan jadi pembully nanti, bukan di masa sekarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tergantung yang di bully. Kalo yg Di bully anaknya Pak ustad, pasti Enggak bakal dendam.

      Aziz Amin-Adminnya Siska

      Hapus
    2. Berarti tergantung juga dong, kalo pembully nya hamba Allah, kemungkinan dapet karma juga nggak terlalu gede.. gitu?

      Hapus
    3. Iihh kamu tuh lucu banget sih. Pacarnya siapa sih ini ?!

      Hapus
  7. Waw, kapan kamu pernah naruh stiker di pantat orang!? Kok kayaknya seru itu idenya. Btw, kalau soal bullying, memang "kadang" yang kelas reguler agak teralu kasar. Aku sendiri pernah lihat anak kelas 7 cara nyapanya saling adu pukul di pintu kelas... Kalau menurutku sih, yang penting itu memang empatinya si pelaku bullying. Ya, empati, karena kalau ada rasa empati, pasti gak akan mungkin melakukan bullying! Nah, itu dah masalahku di kelas. Aku tahu apa itu empati, tapi aku masih suka bullying yang cowok! :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu pas uts, pas duduk sama Giovanni ._.
      Kamu bullying yang cowok, atau cowok yang nge-bully kamu? :D

      Hapus
  8. Balasan
    1. Masalah turun temurun yang terjadi di antara para murid. Dan biasanya hanya diterima pada murid yang terlihat 'lemah'. hm.

      Hapus

Posting Komentar

terima kasih sudah berkomentar untuk mengembangkan blog ini menjadi lebih baik. let's be mutual! :)

Postingan Favorit

Maret, Bulan Penuh Ujian

Selamat tanggal satu bulan ketiga, semuanya! Selamat ulang tahun bagi penyandang zodiak pisces dan aries! Hm. Kalo blogger yang lain memulai postingan pertama 2015 di bulan januari lalu, berbeda dengan gue, yang melahirkan postingan pertama di tahun kambing pada hari ini. Bukannya tanpa alasan hamba jadi jarang ngeblog. Namun apa mau dikata, hamba sedang diperbudak oleh soal-soal yang memang tak pernah berperikemanusiaan ini. Huv. Bentar lagi gue mau UN, jadi ya mau nggak mau harus berjuang biar rok biru ini bisa diganti dengan rok abu-abu!

Fenomena Doppelganger - Kembaran yang Misterius

  Apakah kita memiliki kembaran di dunia ini ? Apakah kita dapat berada di dua tempat pada saat yang sama ? Dalam sejarah, ada banyak catatan mengenai orang-orang yang mengaku berjumpa dengan bayangan dirinya sendiri. Fenomena ini sering disebut dengan istilah doppelganger. Doppelganger berasal dari kata Jerman yang berarti "Double Walker". Istilah ini digunakan untuk merujuk kepada bayangan diri yang dipercaya menyertai setiap manusia di bumi ini. Fenomena ini berbeda dengan penampakan hantu. Jika penampakan hantu berarti seseorang melihat citra orang yang telah meninggal, maka fenomena doppelganger berarti melihat bayangan seseorang yang masih hidup. Dalam banyak kasus, Doppelganger dipercaya sebagai tanda-tanda kematian. Konon Ratu Elizabeth I berjumpa dengan bayangan dirinya sendiri sebelum meninggal. Entah kapan fenomena ini pertama kali muncul. Namun pada tahun 1691, ditemukan catatan mengenai Doppelganger yang ditulis oleh Robert Kirk yang menulis bahwa fenomena ini t...

9 Hal Memalukan Yang Gak Ingin Terulang Lagi Seumur Hidupmu

Setiap orang pasti pernah melakukan hal yang memalukan. Termasuk gue, lo, dan dia. Gue udah ngerangkum 9 hal memalukan yang pernah orang-orang lakukan. Dan yang pastinya lo gak mau ini terulang lagi. Yuk di lihat ke bawah! 1. Ngelucu Tapi Gak Lucu Saat lo cerita panjang lebar, dan berusaha untuk menyuguhkan suatu lelucon pada teman-teman lo, ternyata lelucon lo itu... GARING! Pasti pernah kan? Duh, berharap banget deh ini gak terulang lagi!