Alay adalah sebuah istilah yang merujuk pada sebuah fenomena perilaku remaja di Indonesia. "Alay" merupakan singkatan dari "anak layangan"atau "anak lebay". Istilah ini merupakan stereotipe yang menggambarkan gaya hidup norak atau kampungan. Selain itu, alay merujuk pada gaya yang dianggap berlebihan (lebay) dan selalu berusaha menarik perhatian.
-Wikipedia Bahasa IndonesiaLagi-lagi gue mengutip dari Wikipedia. Supaya tidak terjadi kesalahpahaman.
Tapi menurut gue, alay itu sederhana saja pengertiannya. Alay itu berlebihan.
Biasanya yang dikategorikan sebagai alay adalah orang yang memiliki bahasa atau gaya hidup yang berbeda dari yang lain. Dan berlebihan.
Yang mana aja bisa disebut "alay"?
Alay dari pandangan setiap orang berbeda-beda. Ada tipe orang yang risihan. Liat orang lain alay dikit, langsung nyindir. Padahal ada juga temen gue yang bilang, kalo dikit-dikit nyindir, itu juga alay. Jadi bisa dibilang, "alay nyindir alay".
Tapi secara umum, yang mungkin kita ketahui, alay lebih sering diaplikasikan pada tulisan. Seperti penggunaan huruf besar kecil yang tidak sesuai dengan EYD, maupun penggunaan angka diantara kata. Dan yang sekarang masih sering terjadi, adalah pemakaian tanda baca yang berlebihan. Masih wajar kalau pemakaiannya sekali dua kali. Tapi si alay, biasa memakainya setiap saat.
Namun di tahun 2015 ini, sepertinya pemakai tulisan S3pErTi iNI sudah jarang ditemui. Tapi mata gue tetep masih risih dengan yang menulis menggunakan tanda baca yang berlebihan.... Kalian seperti gue juga nggak???
Dari segi bahasa, kata-kata alay yang populer seperti: keles, bingits, sokin, mamam, de el el. Biasanya juga masih bisa didengar dalam acara di net tv. Tapi gue nggak terlalu masalah mendengar rentetan kata tersebut. Selama pemakaiannya wajar dan cuma untuk seru-seruan.
Jika dilihat dari gaya hidup, orang alay biasanya mengaplikasikannya dalam cara berpakaian dan style rambut. Seperti memadukan warna-warna yang mencolok (atau ngejreng kali ya), dan juga mereka yang berpakaian terlalu minim padahal tidak sesuai dengan sikon. Dan juga style rambut yang dicat warna warni tanpa memedulikan cocok atau tidak, bisa juga disebut alay.
![]() |
| Pasti udah sering liat orang ini |
Mungkin si alay ini ingin menjadi trendsetter di antara teman-temannya. Atau bahkan ingin menjadi seseorang yang unik. Tapi apa jadinya jika apa yang mereka pakai, malah merusak pemandangan kita. Masih tetap mau menjadi seseorang yang "unik"?
Pengalaman gue
Gue nggak bisa bohong, kalo gue nggak pernah alay. Dulu saat masih jamannya facebook, gue alay. Tapi nggak banget. Cukup alay. Di bawah ini adalah peninggalan status alay di facebook gue.
![]() |
| Status pertama gue |
![]() |
| Maksa amat gombalnya mba. |
Saat sms, gue juga seringkali memakai kata "Aq" yang artinya "aku". Dan juga memadukan huruf besar dan kecil di kalimat gue. Aduh, jadi malu.
Tapi itu semua berubah, semenjak gue mulai masuk ke jenjang
Jadi, alay perlu dibiarkan atau dimatikan?
![]() |
| Kealayan yang masih bertahan sampai sekarang |
Kalau orang yang masa bodoan, mungkin cuma bilang, "ah biar aja mereka alay. Bukan urusan gue. Yang penting mereka hepi dan gue nggak terganggu. Yang ngatain mereka alay itu yaa cuma orang iri."
Dan mungkin, orang yang ingin mematikan benih-benih alay akan membalas, "nggak bisa dibiarin! Semakin dibiarin akan semakin menjadi-jadi. Mereka bisa aja menjadi benalu di negara kita. Kalau Indonesia isinya cuma orang-orang alay, gimana mau maju? Nasib negara kita ada di tangan penerus generasi bangsa."
Gue di sini, juga sebenarnya nggak berani bilang apa-apa. Meskipun gue lebih milih si kontra, gue juga nggak mau terlalu bersuara banyak. Ntar yang merasa alay pada tersinggung. Tapi kalau gue boleh saran, bagi kalian yang merasa alay dengan cara nge-spam timeline media sosial dengan hal-hal yang nggak bermutu, tolong kurangi. Memang belum ada larangan tentang mencurahkan isi hati dengan jumlah yang terlalu banyak (apalagi untuk mencari perhatian), tapi bagi kami yang melihatnya, akan merasa bosan melihat timeline yang isinya nama kalian saja. Be smart when you using your social media. Kita hidup bersosial, bukan hidup sendiri. Apa yang kita lakukan, pasti berdampak juga bagi orang lain. Kalau nggak mau dikritik, jangan melakukan hal-hal yang mengundang kritikan.
Dan kalau ada yang bilang, "biarin aja. Maklum masih remaja." Gue nggak setuju. Alay juga bisa menjadi kebiasaan yang bakal dibawa sampai dewasa nanti. Jadi, masih bangga menjadi alay?
Lalu, menurut kalian; para pembaca, alay itu bagus atau tidak?
Share it on comment box, guys!
Siska Olie





Alay dalam kacamata gue masuk dalam kategori aneh berlebihan. Alay itu nggak baik, karena bisa menimbulkan sakit jiwa berlanjut... :D
BalasHapusSepertinya semua orang pernah ber-alay ria :v
HapusNamanya juga fase pertumbuhan untuk dewasa, gue juga pernah alay :D
BalasHapuswww.fikrimaulanaa.com
Jaman dulu kalau gak alay ya gak gaul :v
HapusKalo kebanyakan sih, pertamanya alay tapi lama-lama akan ilang sendiri alaynya. Biasanya sih :|
BalasHapusUntungnya gue udah tobat ._.
Hapuskalau masih polos kadang suka alay kayak gua juga dulu pernah gitu. tapi seiringnya waktu pasti hilang kok :)
BalasHapusTergantung dengan pergaulan jg dong pastinya. Kalo temen-temennya alay, kita yg mau tobat, malah susah .-.
HapusKalo kata Raditya Dika, siklus pertumbuhan manusia kekinian itu mulai dari lahir - bayi - balita - anak-anak - remaja - 4LaY - dewasa.
BalasHapusMenjadi dewasa tanpa menjadi 4LaY terlebih dulu, malah kelihatannya gak mungkin ya :D
HapusSepakat banget. Jujur dulu aku juga pernah alay, dalam arti melebih lebihkan. Tapi hanya sebatas cara menulis di sms/facebook saja. Seperi 'Aq' x=nya dll Aku kita itu gaul eh pas masuk SMP dulu, kayak kamu, aku sadar. Kok alay banget hahaha mungkin mendapar hidayah dari Tuhan akhirnya aku khilaf. :D
BalasHapusUntung Tuhan sudah memberikan hidayah-Nya *sujud*
Hapusalay boleh aja sih,tpi jika sudah habis masanya jangn terus2an ,tembak aja xD
BalasHapusjdi ingat waktu smp-sma,setiap bikin status fb atau sms,ketikkanya setiap kata,ajaib,ada yg pakai angka -_-
Wah ini pasti umur anda jauh lebih tua daripada saya ya..
Hapuseverybody has alay moment haha, kalau gue pas jaman smp dulu. Sekarang kalau buka kronologi pas tahun awal gabung facebook, ada rasa jijik dan heran kenapa gw bisa kayak gitu.
BalasHapuswww.annisarachmaaa.blogsot.com
Kmu tau aku sering disindir alay
BalasHapusKarna aku laki2 pndiem
Tapi aku fikir..alay bukanlah orang yang mendapat atau mengundang kritikan itu tatapi alay(kampungan) adalah orang yang selalu ngurusin orang lain,hobinya ngeritik,ngegosip,ngomongin yang gk brmanfaat...makanya indo gak maju2..budaya lama trus dipegang klo yang budaya baik gpp..budaya buruk..sadarlah!!
Sungguh disesali .
HapusBerlebih?melebihkan? Wikipedia bener?
Itulah mngapa indo gak tau namanya kemajuan..mau maju tapi bgitu liat orang maju sdikit di alaykan(dikampungkan),kurang jelas?..pantas gak maju..sbelum kota dimajukan,otaklah yang dikembangkan...salah?