Langsung ke konten utama

Balada Cewek dan Cowok

Pasti pada pernah liat foto di atas kan? Terutama yang cewek, pasti bakal langsung ngesave, dan suatu saat bakal dijadiin display picture BBM. But, I'm not one of them. Gue nggak suka save foto tentang begituan di galeri. Selain menuh-menuhin memori, foto ((atau mungkin quote)) yang sejenis itu hanya untuk memenangkan kaum cewek. Sekaligus membuat para cowok menjadi tambah bingung dengan kode-kode seperti itu.

Bukannya gue nggak seneng, kalo cewek dibenarkan. Namun gue nggak seneng, pembenaran itu bersifat selalu. Seakan-akan cewek haus akan pengakuan.

Mungkin pepatah "women are always right", membuat para wanita maupun cewek yang menelan mentah-mentah pepatah tersebut, nggak menutup kemungkinan akan berlaku seenaknya terhadap pasangannya. Dan juga, pepatah ini sebenarnya nggak berlaku di jalan raya. Karena kebanyakan cewek yang ingin merasa dilindungi, akan memilih berjalan di sebelah kiri dan pasangannya di sebelah kanan. See? is it fair or not? :)
Sekali lagi, gue pihak netral.
Kalau gue punya pasangan, kalau ya, gue juga nggak selalu kok membenarkan diri gue. Ego itu memang ada. Selalu ada. Tapi gue tau posisi saat gue salah. Seringkali, memang ada rasa gue untuk menyalahkan balik pasangan gue. Tapi, kalo gue ada di posisi itu, pasti rasanya nggak nyaman.
Menurut hasil riset yang udah gue lakukan, dengan tanya-tanya kepada cewek yang udah pernah berpacaran, 70% dari mereka memang nggak mau disalahkan. Dan malah menyalahkan balik. Padahal menurut gue, hal seperti itu yang membuat tingkat kenyamanan berkurang.
Di sisi lain, gue bener-bener nggak suka kalau lihat cowok main tangan. Meski katanya, cewek identik dengan lemah, tapi cowok nggak berhak melakukan itu. Nggak sama sekali. Gue setuju, kalau ada yang bilang, "cewek kalau udah dikata-katain kasar, bakal bener-bener nusuk hati." Gue dimarahin Mama aja masih sakit hati kok, apalagi dikasarin sama orang yang belum 100% untuk gue selamanya.


Yang belum pernah nonton video di atas, coba deh tonton. Cuma 3 menitan, tapi punya makna yang bener-bener dalem.
Ada beberapa anak laki-laki dengan umur antara 7-11 tahun, bertemu dengan seorang gadis dengan umur yang hampir sepantaran. Saat ditanya, bagaimana apa yang mereka suka tentang gadis di hadapannya, semua mengatakan hal-hal yang bagus. Seperti, "i like her eyes", "you're a pretty girl", "I'd like to be your boyfriend".
Saat disuruh untuk membelai sang gadis, mereka mau mengusap pipinya. Namun, mereka tak berkutik saat disuruh menamparnya. Semua terdiam.
Why? Hanya satu orang yang mengatakan, jika memukul orang tidak baik. Sisanya, mengatakan karena dia adalah cewek.
Karena dia adalah cewek.
Cewek.
Kalau itu alasan yang juga dipakai kebanyakan orang (terutama cowok), apa berarti cewek boleh memukul cowok? Secara struktur tubuh, rahang cowok memang lebih keras dibanding cewek. Sehingga tidak apa meski ditampar sebanyak apapun. Apakah begitu? Masih terus melihat gender?
Gue lebih setuju dengan alasan karena kekerasan itu nggak baik.
Memang, wanita atau cewek (atau apapun jenisnya yang penting dia pipisnya jongkok), adalah orang yang terhormat. Pengorbanannya banyak. Sebagai contoh, lihat saja ibu kita masing-masing. Mereka patut dihargai. Harus malah. Namun, apakah dengan pernyataan seperti itu, membuat kita (para cewek) melupakan cara menghargai  para cowok? Dan apakah jika para cowok  sudah merasa sangat dihargai dan dihormati, akan merasa sangat berkuasa dengan mengabaikan harga diri para cewek?
Ini bukan masalah gender. Apakah dia cewek atau cowok. Tapi ini adalah rasa kemanusiaan kita. Jika ingin dihargai, hargailah orang lain juga. Jika ingin dihormati, hormatilah orang lain juga. Jika merasa harga dirimu sudah tidak ada artinya dihadapan mereka, tinggalkan. Sesederhana itu.
Just remember, you get what you give.

Siska Olie

Komentar

  1. wahwahwahhh:D kasihilah sesamamu manusia seperti mengasihi dirimu sendiri..
    postingan yg baguuss😀 membangun bgt
    J bless youuuu:* :* :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haiii :v gamsahamnida qaqa :v Jesus bless u too :v

      Hapus
  2. Kembali mengingat siapa yg mengandung kita(cowok) kalau gitu. Kembali mengingat orang tua. Walau kita tak pernah melihatnya/ sudah pergi meninggalkan kita.

    BalasHapus

Posting Komentar

terima kasih sudah berkomentar untuk mengembangkan blog ini menjadi lebih baik. let's be mutual! :)

Postingan Favorit

Maret, Bulan Penuh Ujian

Selamat tanggal satu bulan ketiga, semuanya! Selamat ulang tahun bagi penyandang zodiak pisces dan aries! Hm. Kalo blogger yang lain memulai postingan pertama 2015 di bulan januari lalu, berbeda dengan gue, yang melahirkan postingan pertama di tahun kambing pada hari ini. Bukannya tanpa alasan hamba jadi jarang ngeblog. Namun apa mau dikata, hamba sedang diperbudak oleh soal-soal yang memang tak pernah berperikemanusiaan ini. Huv. Bentar lagi gue mau UN, jadi ya mau nggak mau harus berjuang biar rok biru ini bisa diganti dengan rok abu-abu!

Fenomena Doppelganger - Kembaran yang Misterius

  Apakah kita memiliki kembaran di dunia ini ? Apakah kita dapat berada di dua tempat pada saat yang sama ? Dalam sejarah, ada banyak catatan mengenai orang-orang yang mengaku berjumpa dengan bayangan dirinya sendiri. Fenomena ini sering disebut dengan istilah doppelganger. Doppelganger berasal dari kata Jerman yang berarti "Double Walker". Istilah ini digunakan untuk merujuk kepada bayangan diri yang dipercaya menyertai setiap manusia di bumi ini. Fenomena ini berbeda dengan penampakan hantu. Jika penampakan hantu berarti seseorang melihat citra orang yang telah meninggal, maka fenomena doppelganger berarti melihat bayangan seseorang yang masih hidup. Dalam banyak kasus, Doppelganger dipercaya sebagai tanda-tanda kematian. Konon Ratu Elizabeth I berjumpa dengan bayangan dirinya sendiri sebelum meninggal. Entah kapan fenomena ini pertama kali muncul. Namun pada tahun 1691, ditemukan catatan mengenai Doppelganger yang ditulis oleh Robert Kirk yang menulis bahwa fenomena ini t...

9 Hal Memalukan Yang Gak Ingin Terulang Lagi Seumur Hidupmu

Setiap orang pasti pernah melakukan hal yang memalukan. Termasuk gue, lo, dan dia. Gue udah ngerangkum 9 hal memalukan yang pernah orang-orang lakukan. Dan yang pastinya lo gak mau ini terulang lagi. Yuk di lihat ke bawah! 1. Ngelucu Tapi Gak Lucu Saat lo cerita panjang lebar, dan berusaha untuk menyuguhkan suatu lelucon pada teman-teman lo, ternyata lelucon lo itu... GARING! Pasti pernah kan? Duh, berharap banget deh ini gak terulang lagi!