Langsung ke konten utama

Cie MOS

Setelah 3 hari menjalani MOS (+3 hari tambahan), akhirnya gue bisa selamat. Kata orang, berbagi itu indah. Dan gue mau berbagi pengalaman gue tentang MOS yang diadakan sekolah gue. Btw, gue masuk ke sekolah SMK Pariwisata Harapan. Gedung yang sama, lapangan yang sama, dan satpam yang sama saat gue masih TK-SD-SMP.


DAY 1
I know i'm still cool.
Gue telat. Dan hukumannya adalah jalan jongkok dari loby ke lapangan. Kira kira jaraknya 40m. Mantap. Saat itu paha gue langsung sakit. Kami; para peserta MOS, dibariskan menurut kelompok. Kebetulan, SMK mendapat giliran MOS pada siang hari. Sehinggak kami harus rela panas-panasan. Gue kelompok Al-Jazari. Para OSIS yang memamerkan wajah galak langsung memeriksa atribut kami. Tali sepatu, name tag, pita, lunchbox, sampai kaos dalam. Untungnya, atribut gue lengkap.
Ternyata gue selama berbaris, nggak lancar-lancar saja. Gue mendadak buta. Mata gue silau banget. Sampe akhirnya gue menghapus pemikiran gue yang tadinya, "gue bakal buta permanen" menjadi "gue bakal pingsan". Anjay.
Akhirnya gue bilang ke kakak OSIS. Dan dengan sukarela, sang kakak penyelamat menggandeng tangan gue menuju UKS. Ada hal yang sangat disayangkan sebelum perjalanan gue ke UKS. Yaitu saat ada seorang kakak OSIS yang teriak, "SIAPA LAGI YANG SAKIT? DASAR LEMAH!" :')
Setelah daru UKS, gue balik ke lapangan. 10 menit kemudian, semua kelompok diantar menuju aula untuk mendengarkan berbagai ceramah. Menurut gue, para pemberi ceramah dan OSIS kurang memperhitungkan durasi ceramah. Sehingga kami yang awalnya dijadwalkan pulang jam 17.30 WITA, menjadi 18.00 WITA.

DAY 2
Peserta MOS diwajibkan mencari tanda tangan OSIS sebanyak-banyaknya. Seperti dugaan gue, para OSIS nggak segampang itu memberikan tanda tangan. Kami harus menyelesaikan tantangan dan rintangan yang mereka berikan. It's okay. Gue nggak terbebani dengan itu semua. Gue menganggap itu cuma buat seru-seruan. Apalagi selama itu nggak melanggar hak asasi manusia. Mantap.
Jam 12.30 kami dibariskan kembali menurut kelompok. Panas-panasan lagi euy. Kami harus menunggu para murid baru SMA keluar dari aula, supaya kami bisa mendengarkan ceramah lagi di aula. Kali ini juga lebih diperketat. Nggak ada yang boleh ngobrol selama ceramah.
Kalau menurut pemikiran orang awam, ini suatu pengekangan. Dimana kami nggak bisa bebas. Mau apa-apa dilarang.
Namun kalau menurut pemikiran orang yang membuat aturan, ini adalah salah satu bentuk disiplin. Sejauh mana kita bisa disiplin terhadap diri sendiri.

DAY 3
Sama seperti kemarinnya. Hanya ceramah yang kami dengarkan setelah berbaris di lapangan. Menurut gue, kegiatannya monoton dan kurang efektif. Seperti contohnya saat ceramah tentang global warming. Gue lebih seneng kalau para peserta mos diajak turun langsung ke lapangan untuk diajari bagaimana mencegah global warming. Sambil praktek, sambil menjelaskan. Bukankah itu lebih seru? :v

DAY 4
Kami tidak lagi memakai atribut MOS. Namun kami diajak untuk membersihkan jalan sekitar sekolah mulai dari jam 7. Selesai bersih-bersih, kami kembali ke lapangan sekolah. Kira-kira jam 08.30. Karena suatu kesalahan, kelompok gue dihukum bersihin kamar mandi :(
Hingga jam 10.30, kami masih berpanas-panasan di lapangan. Aula tidak bisa dipakai, karena sudah dipakai SMA. Belang setengah jadinya :'v

DAY 5
Tes IQ. Soal-soalnya sama seperti tes IQ 3 tahun lalu saat gue SMP. Nggak ada istirahat sama sekali. Jadi kami mengerjakannya dari jam 13.30 sampai 17.30.

DAY 6
Ceramah mengenai ekstra. Dari buanyak ekstra yang ada, kami hanya dijelaskan beberapa termasuk pramuka. Seru sih. Tapi pegel juga karena kami duduk terus. Untung gue sempet kebelet pipis :v

Itu lah cerita-cerita gue tentang MOS gue tempo hari.
Sesungguhnya MOS tidaklah se-menyebalkan itu. Karena dengan MOS kita bisa mengenal beraneka ragam sifat orang. (((Dan juga OSIS yang ngeselin.)))

Punya postingan tentang MOS juga? Yuk share linknya di comment box! Karena berbagi itu sehat \^o^/

Siska Olie

Komentar

Posting Komentar

terima kasih sudah berkomentar untuk mengembangkan blog ini menjadi lebih baik. let's be mutual! :)

Postingan Favorit

Setelah Mendongeng Pkn-_- (Part 2)

Gue minta duit maaf, soalnya gue gak nge-post pas di hari senin postingan kemarin-__- Setelah postingan yang terakhir itu, besoknya emang presentasi. Tapi ada urutan tersendirinya. Kelompok gue dapet urutan ke-empat. Lumayanlah. Karena, saat itu, banyaaaakkk banget kejadian yang gak terduga.  1. Dayu gak bawa laptop. Padahal di laptopnya dia, ada lagu latar yang udah kita siapin. Alhasil semua anggota marah sama dia. Untungnya, dia bawa flashdisk :) 2. Ternyata oh ternyata, flashdisk-nya Mamih Dayu ini kena virus! Jadi mau flashdisk ini dimasukin ke laptop manapun, hasilnya  tetep NIHIL. 3. Salah satu wayang kita HILANG. Gue cukup pasrah dengan kejadian flashdisk itu. Mungkin kelompok kita ditakdirkan untuk tidak memakai suara latar. Gue pun itung lagi semua wayangnya. Ternyata oh ternyata lagi, wayang kita menghilang satu. Dan itu adalah wayang si Pak Radjiman Wedyodiningrat.

Aku Akan Di Belakangmu Meski Tak Selamanya~

 Mataku terbelalak kaget dengan perasaan senang mendapati selebaran daftar lomba bahasa indonesia yang terpajang di mading sekolah. Keren ! Coba kalau aku bisa ikut..  "Mau ikut? Ikut aja kali, Fir. Kalau kusaranin nih yaa.. Mending ikut lomba baca puisi aja. Kamu kan bagus kalo baca puisi, siapa tau bisa menang..," saran Rima yang ada di sampingku.   "Emang kamu ikut?" hmm... Pertanyaan yang aku sudah tau jawabannya.  " Ikutlah... Tapi, aku pinjem puisimu ya... Nanti aku bacain pengarangnya deh.. Karya : Fira Putria... Hahahah..." aku tertawa mendengar cara bicaranya.  "Aku ikut kalau Vino ikut.." kataku akhirnya. Vino, orang yang sudah mengambil separuh hatiku selama 3 bulan.  "Yaah... Terserah deh... Kalau di pikir-pikir, emang dia bisa apa?" tanya Mira dengan nada merendahkan, lalu pergi ke kelas. 

Menjadi Sahabat yang Baik

Jadi apa yang muncul di pikiran lo saat mendengar kata 'sahabat' ?  Orang yang paling paling paliiingg deket sama lo?  Orang yang lebih dari sekedar teman? Atau, orang yang kalau dia pergi, lo berasa kehilangan salah satu organ terpenting lo? '-' Gue akan berhenti menerka-nerka. Karena gue tahu, pandangan tiap orang itu beda-beda. Jadi definisikan itu sendiri :3 Kalo menurut gue, sahabat itu: temen yang lebih dari sekedar temen biasa, berawal dari gak kenal > kenal > saling curhat > ejek-ejekan > saling lempar-lemparan upil :3 Eitts, tapi, apa menurut lo, orang yang lo anggap sahabat, juga menganggap lo sahabat? Oke, gue ganti pertanyaan. Apakah lo merasa, lo udah menjadi yang terbaik baginya? Manusia itu gak ada yang sempurna, gak perlu jadi sempurna untuk orang lain. Lo cuma perlu jadi yang terbaik sebisa lo. Jadi, bagaimana cara menjadi sahabat yang terbaik baginya?