Langsung ke konten utama

lupa.

orang tahunya, saya ini pelupa.

kunci motor yang baru 2 menit lalu saya pegang,
saya lupa taruh di mana.

saya juga lupa apa yang saya bicarakan
semenit yang lalu.

melupakan sesuatu kadang bisa menjadi
hal buruk sekaligus hal baik bagi saya.

buruknya, saya merepotkan.
baiknya, saya tidak pendendam.

saya mudah melupakan kesalahanmu dua hari lalu.
ketika kamu tidak sengaja melakukan apa yang tidak kusuka
dan tidak meminta maaf,

saya mudah melupakan masalah kita kemarin.
ketika kita saling adu mulut mengenai siapa yang bersalah.
lalu berakhir dengan aku yang memanjakanmu.

juga, saya bisa melupakan kata-kata kasarmu pagi ini.
ketika kamu mengutarakan bahwa kamu jijik melihat saya.
dengan tidak bercanda.
kurasa tidak ada satu wanita pun yang suka ketika usahanya untuk tampil cantik,
tak dihargai oleh pasangannya.

saya mudah melupakan apa yang membuat saya sakit hati malam tadi.
ketika kamu mendiamkan saya tanpa sebab.
tak memberi kabar namun kembali seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
padahal saya takut setengah mati.

seringkali saya juga lupa,
bahwa saya hanya milikmu sementara di dunia ini.

sesungguhnya saya ini penasaran sendiri.
apakah jika berkaitan denganmu, lupa saya  ini benar-benar terjadi
atau hanya sekedar pura-pura untuk menyenangkan diri sendiri?


/it's getting harder everyday, babe/

Komentar

Postingan Favorit

Setelah Mendongeng Pkn-_- (Part 2)

Gue minta duit maaf, soalnya gue gak nge-post pas di hari senin postingan kemarin-__- Setelah postingan yang terakhir itu, besoknya emang presentasi. Tapi ada urutan tersendirinya. Kelompok gue dapet urutan ke-empat. Lumayanlah. Karena, saat itu, banyaaaakkk banget kejadian yang gak terduga.  1. Dayu gak bawa laptop. Padahal di laptopnya dia, ada lagu latar yang udah kita siapin. Alhasil semua anggota marah sama dia. Untungnya, dia bawa flashdisk :) 2. Ternyata oh ternyata, flashdisk-nya Mamih Dayu ini kena virus! Jadi mau flashdisk ini dimasukin ke laptop manapun, hasilnya  tetep NIHIL. 3. Salah satu wayang kita HILANG. Gue cukup pasrah dengan kejadian flashdisk itu. Mungkin kelompok kita ditakdirkan untuk tidak memakai suara latar. Gue pun itung lagi semua wayangnya. Ternyata oh ternyata lagi, wayang kita menghilang satu. Dan itu adalah wayang si Pak Radjiman Wedyodiningrat.

Aku Akan Di Belakangmu Meski Tak Selamanya~

 Mataku terbelalak kaget dengan perasaan senang mendapati selebaran daftar lomba bahasa indonesia yang terpajang di mading sekolah. Keren ! Coba kalau aku bisa ikut..  "Mau ikut? Ikut aja kali, Fir. Kalau kusaranin nih yaa.. Mending ikut lomba baca puisi aja. Kamu kan bagus kalo baca puisi, siapa tau bisa menang..," saran Rima yang ada di sampingku.   "Emang kamu ikut?" hmm... Pertanyaan yang aku sudah tau jawabannya.  " Ikutlah... Tapi, aku pinjem puisimu ya... Nanti aku bacain pengarangnya deh.. Karya : Fira Putria... Hahahah..." aku tertawa mendengar cara bicaranya.  "Aku ikut kalau Vino ikut.." kataku akhirnya. Vino, orang yang sudah mengambil separuh hatiku selama 3 bulan.  "Yaah... Terserah deh... Kalau di pikir-pikir, emang dia bisa apa?" tanya Mira dengan nada merendahkan, lalu pergi ke kelas. 

Menjadi Sahabat yang Baik

Jadi apa yang muncul di pikiran lo saat mendengar kata 'sahabat' ?  Orang yang paling paling paliiingg deket sama lo?  Orang yang lebih dari sekedar teman? Atau, orang yang kalau dia pergi, lo berasa kehilangan salah satu organ terpenting lo? '-' Gue akan berhenti menerka-nerka. Karena gue tahu, pandangan tiap orang itu beda-beda. Jadi definisikan itu sendiri :3 Kalo menurut gue, sahabat itu: temen yang lebih dari sekedar temen biasa, berawal dari gak kenal > kenal > saling curhat > ejek-ejekan > saling lempar-lemparan upil :3 Eitts, tapi, apa menurut lo, orang yang lo anggap sahabat, juga menganggap lo sahabat? Oke, gue ganti pertanyaan. Apakah lo merasa, lo udah menjadi yang terbaik baginya? Manusia itu gak ada yang sempurna, gak perlu jadi sempurna untuk orang lain. Lo cuma perlu jadi yang terbaik sebisa lo. Jadi, bagaimana cara menjadi sahabat yang terbaik baginya?