Langsung ke konten utama

modal baik bisa jadi sarjana?


Pertama, ini adalah ceritaku selama hampir tiga bulan menjalani bangku perkuliahan.
Kedua, tulisan ini bukanlah sebuah kisah pilu nan menyedihkan.
Ketiga, aku tidak lebay. Masa mau menuangkan isi hati selalu dikata berlebihan?
Keempat, ya sudah, baca saja. Itu pun kalau berkenan.
Aku tidak pintar dan berwawasan luas.
Pun, tidak menarik.

Di kelas, aku tidak pernah mengangkat tangan untuk menjawab pertanyaan
atau sekadar bertanya.
Alasannya, takut salah.
Takut pertanyaanku bodoh,
karena wawasanku tak seluas mereka.
Aku ini hanya lulusan SMK yang melanjutkan kuliah komunikasi.
SMK Perhotelan.
Melenceng memang.
Sering ada yang bertanya, “tahun depan nggak mau cari sekolah perhotelan?”
Seakan-akan aku memang tidak diperbolehkan mengambil pengalaman baru.
Saat pelajaran ekonomi, dosenku tanya,
“Semua udah pernah belajar ekonomi, kan?
Jadi Ibu nggak perlu jelasin lagi bagian ini ya.”
Sontak, aku langsung mengomel bahwa aku tidak pernah menyentuh satu pun buku ekonomu di bangku SMK.
Namun, beliau tak mendengar.
Ketika membuat kurva, aku melihat kawan di bangku kanan dan kiriku sudah mahir.
Mau minta bnatuan, rasanya sudah seperti orang paling bodoh.
Rasanya ingin menangis. Aku ini cengeng.
Apakah ini salahku yang tidak pintar atau ini yang dinamakan proses belajar?
Baru semester pertama saja, rasnya sudah tidak mampu mengikuti mata kuliah, bagaimana nanti?
Kata kawan-kawan, aku pandai melucu.
Aku juga baik.
Salah satu temanku bahkan ingat bagaimana dulu aku membantunya.
Kala itu jam istirahat di tengah kami latihan menari. Dia membawa bekal berupa nasi dan lauk pauk nikmat. Sayangnya, ia lupa membawa sendok. Segera kupinjamkan sendok plasti dari nasi bungkus yang baru kubeli. Ia makan dengan lahap, sementara aku menunggu sendokku selesai digunakan. Minimnya waktu istirahat, membuatku merelakan perut ini tidak makan untuk beberapa jam ke depan.
Baik? Katanya sangat.
Padahal sebenarnya aku tidak tegaan.
Tapi kuharap, secercah kebaikan mampu membawaku pada gelar sarjana.

Sebenarnya sambil berdoa,
Semoga aku tidak salah jurusan.
Siska Olie.

Komentar

Postingan Favorit

Maret, Bulan Penuh Ujian

Selamat tanggal satu bulan ketiga, semuanya! Selamat ulang tahun bagi penyandang zodiak pisces dan aries! Hm. Kalo blogger yang lain memulai postingan pertama 2015 di bulan januari lalu, berbeda dengan gue, yang melahirkan postingan pertama di tahun kambing pada hari ini. Bukannya tanpa alasan hamba jadi jarang ngeblog. Namun apa mau dikata, hamba sedang diperbudak oleh soal-soal yang memang tak pernah berperikemanusiaan ini. Huv. Bentar lagi gue mau UN, jadi ya mau nggak mau harus berjuang biar rok biru ini bisa diganti dengan rok abu-abu!

Fenomena Doppelganger - Kembaran yang Misterius

  Apakah kita memiliki kembaran di dunia ini ? Apakah kita dapat berada di dua tempat pada saat yang sama ? Dalam sejarah, ada banyak catatan mengenai orang-orang yang mengaku berjumpa dengan bayangan dirinya sendiri. Fenomena ini sering disebut dengan istilah doppelganger. Doppelganger berasal dari kata Jerman yang berarti "Double Walker". Istilah ini digunakan untuk merujuk kepada bayangan diri yang dipercaya menyertai setiap manusia di bumi ini. Fenomena ini berbeda dengan penampakan hantu. Jika penampakan hantu berarti seseorang melihat citra orang yang telah meninggal, maka fenomena doppelganger berarti melihat bayangan seseorang yang masih hidup. Dalam banyak kasus, Doppelganger dipercaya sebagai tanda-tanda kematian. Konon Ratu Elizabeth I berjumpa dengan bayangan dirinya sendiri sebelum meninggal. Entah kapan fenomena ini pertama kali muncul. Namun pada tahun 1691, ditemukan catatan mengenai Doppelganger yang ditulis oleh Robert Kirk yang menulis bahwa fenomena ini t...

9 Hal Memalukan Yang Gak Ingin Terulang Lagi Seumur Hidupmu

Setiap orang pasti pernah melakukan hal yang memalukan. Termasuk gue, lo, dan dia. Gue udah ngerangkum 9 hal memalukan yang pernah orang-orang lakukan. Dan yang pastinya lo gak mau ini terulang lagi. Yuk di lihat ke bawah! 1. Ngelucu Tapi Gak Lucu Saat lo cerita panjang lebar, dan berusaha untuk menyuguhkan suatu lelucon pada teman-teman lo, ternyata lelucon lo itu... GARING! Pasti pernah kan? Duh, berharap banget deh ini gak terulang lagi!