Langsung ke konten utama

penasaran

coba deh, apa cuma aku yang begini?
-
ketika bertemu dengan seseorang yang kurasa menarik,
atau hendak bertemu dengan seseorang untuk pertama kali,
aku selalu berusaha mencari tahu segala tentangnya.

semua bermula dari yang paling mudah dan dasar;
media sosial.
Instagram misal, dapat menunjukkan seperti apa pergaulannnya.
siapa saja lingkar pertemanannya.
siapa tahu temannya adalah temanku juga.
jadi saat mengobrol aku bisa kaitkan hal itu.

"Eh, dulu sekolah di mana? Oh berarti kenal si ini dong?
Dia temen satu SMP sih. Wah, kalian satu kelas?"

ya, padahal itu adalah percakapan yang sudah kurencanakan.

lalu semakin jauh aku mencari, aku sampai tahu tanggal lahirnya.
di timeline Facebook biasanya.
siapa sih yang jaman dulu tidak bermain media sosial tersebut?
(ya, mungkin ada beberapa.)

kalau tidak menemukan Facebook-nya, aku bisa mencari di Twitter.
paling mentok lihat tagged photos di Instagram lah.
atau jika rasa ingin tahuku sedang membara,
aku bisa menelusuri akun Instagram kelasnya. atau bahkan teman dekatnya.

aku ingat dulu saat menyukai seorang anak laki-laki di gereja
dan hanya bermodal nama ibunya saja.
aku cari tahu Facebook ibunya. lihat di kolom hubungan keluarga.
yang ada hanya nama Facebook kakaknya.
kucari tahu terlebih dulu nama kakaknya di Instagram.
sial, muncul gambar gembok terkunci.
menuju Twitter. Ketemu!
meuncur mencari twit yang ada menyebutkan akun Twitter adiknya,
Ketemu!!!
setelah mendapat yang kucari, aku langsung menelusuri Instagram kembali.
yuhuuu! aku menemukan Instagram orang yang kusuka.
waktu itu, aku sampai mencari ID LINE sesuai dengan namanya.
ya... bukan berarti aku bakal mengiriminya pesan dan mengajaknya berkenalan.
hanya ingin tahu, apakah dia sudah punya pacar.
aku menulis daftar kombinasi nama dan tanggal lahirnya yang sudah kupakai.

SENIAT ITU!

kembali ke pertanyaan awal,
apa cuma aku yang begini?

pertanyaan lain muncul,
   apa aku cocok menjadi agen FBI?
   apa ini sebuah talenta yang patut dibanggakan?
   kayaknya, aku bisa deh buka jasa bagi yang mau diselidiki calon pacarnya
supaya bisa memiliki strategi yang tepat dalam pendekatan.


teman-temanku mengakui kehebatanku, lho!

hihi.

Komentar

Postingan Favorit

Setelah Mendongeng Pkn-_- (Part 2)

Gue minta duit maaf, soalnya gue gak nge-post pas di hari senin postingan kemarin-__- Setelah postingan yang terakhir itu, besoknya emang presentasi. Tapi ada urutan tersendirinya. Kelompok gue dapet urutan ke-empat. Lumayanlah. Karena, saat itu, banyaaaakkk banget kejadian yang gak terduga.  1. Dayu gak bawa laptop. Padahal di laptopnya dia, ada lagu latar yang udah kita siapin. Alhasil semua anggota marah sama dia. Untungnya, dia bawa flashdisk :) 2. Ternyata oh ternyata, flashdisk-nya Mamih Dayu ini kena virus! Jadi mau flashdisk ini dimasukin ke laptop manapun, hasilnya  tetep NIHIL. 3. Salah satu wayang kita HILANG. Gue cukup pasrah dengan kejadian flashdisk itu. Mungkin kelompok kita ditakdirkan untuk tidak memakai suara latar. Gue pun itung lagi semua wayangnya. Ternyata oh ternyata lagi, wayang kita menghilang satu. Dan itu adalah wayang si Pak Radjiman Wedyodiningrat.

Aku Akan Di Belakangmu Meski Tak Selamanya~

 Mataku terbelalak kaget dengan perasaan senang mendapati selebaran daftar lomba bahasa indonesia yang terpajang di mading sekolah. Keren ! Coba kalau aku bisa ikut..  "Mau ikut? Ikut aja kali, Fir. Kalau kusaranin nih yaa.. Mending ikut lomba baca puisi aja. Kamu kan bagus kalo baca puisi, siapa tau bisa menang..," saran Rima yang ada di sampingku.   "Emang kamu ikut?" hmm... Pertanyaan yang aku sudah tau jawabannya.  " Ikutlah... Tapi, aku pinjem puisimu ya... Nanti aku bacain pengarangnya deh.. Karya : Fira Putria... Hahahah..." aku tertawa mendengar cara bicaranya.  "Aku ikut kalau Vino ikut.." kataku akhirnya. Vino, orang yang sudah mengambil separuh hatiku selama 3 bulan.  "Yaah... Terserah deh... Kalau di pikir-pikir, emang dia bisa apa?" tanya Mira dengan nada merendahkan, lalu pergi ke kelas. 

Menjadi Sahabat yang Baik

Jadi apa yang muncul di pikiran lo saat mendengar kata 'sahabat' ?  Orang yang paling paling paliiingg deket sama lo?  Orang yang lebih dari sekedar teman? Atau, orang yang kalau dia pergi, lo berasa kehilangan salah satu organ terpenting lo? '-' Gue akan berhenti menerka-nerka. Karena gue tahu, pandangan tiap orang itu beda-beda. Jadi definisikan itu sendiri :3 Kalo menurut gue, sahabat itu: temen yang lebih dari sekedar temen biasa, berawal dari gak kenal > kenal > saling curhat > ejek-ejekan > saling lempar-lemparan upil :3 Eitts, tapi, apa menurut lo, orang yang lo anggap sahabat, juga menganggap lo sahabat? Oke, gue ganti pertanyaan. Apakah lo merasa, lo udah menjadi yang terbaik baginya? Manusia itu gak ada yang sempurna, gak perlu jadi sempurna untuk orang lain. Lo cuma perlu jadi yang terbaik sebisa lo. Jadi, bagaimana cara menjadi sahabat yang terbaik baginya?