Langsung ke konten utama

Akankah Rasa Itu Datang Kembali ?

Aku tahu rasa itu datang, 
Saat mata kita beradu
Aku tahu aku mulai menyukaimu
Saat ada getaran yang menyusuri hatiku
Getaran yang tak bisa ku jelaskan secara logis
Seharusnya kau sudah tahu apa yang kurasakan
Tapi sepertinya kau tak mau tahu
Aku sudah menunjukkannya lewat tatapan mata ini,
Masihkah kau tak menyadarinya ?
Seulas senyum di bibir ini, tidakkah kau mampu mengartikannya sendiri ?


Perlahan kau pun mulai meninggalkanku...
Kau pergi sebelum kau benar-benar mengetahui apa yang ku rasakan
Kau! Lelaki bermata bulat dan senyuman manis itu...
Aku sudah menetapkan pilihanku,
Aku akan meninggalkan perasaan itu...
Hingga tak ada yang tersisa lagi untukmu

Lalu aku dengan si dia, dan kau dengan yang lain
Tapi senyum itu, senyum yang selalu ada untukku,
Tak pernah berubah...
Senyum itu masih ada saat kita berjumpa.. Meski senyum itu tak sepenuhnya untukku...
Aku sudah berpisah dengan si dia, dan kau masih mempertahankan hubungan dengan yang lain itu
Baru kau tahu tentang status diriku, 
Kau juga melepas hubunganmu dengan yang lain..
Entah apa yang kau pikirkan... Pikiranku sudah tak sejalan lagi denganmu...
Kau tahu, teman yang tak begitu dekat denganku begitu tergila-gila padamu...
Tidak ditanya pun, kau pasti tahu... Tapi kenapa?
Kenapa kau selalu mengabaikannya?
Temanku malah memarahiku , karena kau dikira menyukaiku..
Sangat lucu , bukan?
Mantanku juga pernah cemburu setengah mati karena aku terlalu dekat denganmu....
Tapi rasanya itu mustahil! 
Aku selalu berpikir seperti itu.
Aku sudah tak mengharapkanmu lagi..
Tapi kenapa kini kau malah datang?

Kau datang membawa perasaan yang sama seperti perasaanku dulu padamu
Tapi itu DULU...
Mungkinkah rasa itu datang kembali ?
Setelah kutinggalkan semua itu sampai tak ada yang tersisa
Akankah rasa itu datang kembali ?
Setelah kini kau hadir dengan tujuan yang berbeda
Dapatkah aku menemukan dan menyatukan perasaan itu, dan memberikan seutuhnya padamu?
Hanya untukmu , seperti dulu?

Aku ingin melihatmu bahagia...
Jika bahagia itu aku, apa mungkin aku juga menemukan kembali bahagiaku yang sesempurna dulu?
Hidup ini merupakan penyatuan dari masa lalu, kini, dan masa depan...
Bisakah masa lalu itu menambah sesuatu yang berarti kini 
dan menjadikan masa depan yang lebih dari indah?
Waktu akan menuntunku untuk menjawabnya.. :)


Komentar

Postingan Favorit

Setelah Mendongeng Pkn-_- (Part 2)

Gue minta duit maaf, soalnya gue gak nge-post pas di hari senin postingan kemarin-__- Setelah postingan yang terakhir itu, besoknya emang presentasi. Tapi ada urutan tersendirinya. Kelompok gue dapet urutan ke-empat. Lumayanlah. Karena, saat itu, banyaaaakkk banget kejadian yang gak terduga.  1. Dayu gak bawa laptop. Padahal di laptopnya dia, ada lagu latar yang udah kita siapin. Alhasil semua anggota marah sama dia. Untungnya, dia bawa flashdisk :) 2. Ternyata oh ternyata, flashdisk-nya Mamih Dayu ini kena virus! Jadi mau flashdisk ini dimasukin ke laptop manapun, hasilnya  tetep NIHIL. 3. Salah satu wayang kita HILANG. Gue cukup pasrah dengan kejadian flashdisk itu. Mungkin kelompok kita ditakdirkan untuk tidak memakai suara latar. Gue pun itung lagi semua wayangnya. Ternyata oh ternyata lagi, wayang kita menghilang satu. Dan itu adalah wayang si Pak Radjiman Wedyodiningrat.

Aku Akan Di Belakangmu Meski Tak Selamanya~

 Mataku terbelalak kaget dengan perasaan senang mendapati selebaran daftar lomba bahasa indonesia yang terpajang di mading sekolah. Keren ! Coba kalau aku bisa ikut..  "Mau ikut? Ikut aja kali, Fir. Kalau kusaranin nih yaa.. Mending ikut lomba baca puisi aja. Kamu kan bagus kalo baca puisi, siapa tau bisa menang..," saran Rima yang ada di sampingku.   "Emang kamu ikut?" hmm... Pertanyaan yang aku sudah tau jawabannya.  " Ikutlah... Tapi, aku pinjem puisimu ya... Nanti aku bacain pengarangnya deh.. Karya : Fira Putria... Hahahah..." aku tertawa mendengar cara bicaranya.  "Aku ikut kalau Vino ikut.." kataku akhirnya. Vino, orang yang sudah mengambil separuh hatiku selama 3 bulan.  "Yaah... Terserah deh... Kalau di pikir-pikir, emang dia bisa apa?" tanya Mira dengan nada merendahkan, lalu pergi ke kelas. 

Menjadi Sahabat yang Baik

Jadi apa yang muncul di pikiran lo saat mendengar kata 'sahabat' ?  Orang yang paling paling paliiingg deket sama lo?  Orang yang lebih dari sekedar teman? Atau, orang yang kalau dia pergi, lo berasa kehilangan salah satu organ terpenting lo? '-' Gue akan berhenti menerka-nerka. Karena gue tahu, pandangan tiap orang itu beda-beda. Jadi definisikan itu sendiri :3 Kalo menurut gue, sahabat itu: temen yang lebih dari sekedar temen biasa, berawal dari gak kenal > kenal > saling curhat > ejek-ejekan > saling lempar-lemparan upil :3 Eitts, tapi, apa menurut lo, orang yang lo anggap sahabat, juga menganggap lo sahabat? Oke, gue ganti pertanyaan. Apakah lo merasa, lo udah menjadi yang terbaik baginya? Manusia itu gak ada yang sempurna, gak perlu jadi sempurna untuk orang lain. Lo cuma perlu jadi yang terbaik sebisa lo. Jadi, bagaimana cara menjadi sahabat yang terbaik baginya?