Langsung ke konten utama

Ini Hanyalah Kamuflase

Aku ada untukmu. Aku ada untuk melihatmu tertawa. Aku ada, meski kamu tak menganggapku ada.

*
"Dasar anak nakal !" kataku, seraya memukul punggung cowok berambut lebat itu.
"Apaan sih ?! " dia membentakku, karena merasa tak bersalah.
"Ini kotak pensil siapa? Kok bisa di mejamu? " gerutuku, dan jujur aku memang yang mencari masalah dengannya.
"Mana gue tau ! Gue anak baru di kelas ini ." bantahnya dengan wajah lugu.
"Ini kotak pensil gue . Lo sengaja ngambil ya? Ah, lupain ! Males berantem sama orang gak penting. Gue benci elo ! " seruku dan pergi meninggalkannya yang merengut tak jelas.
Diam-diam aku menoleh ke belakang. Kamu sudah tak peduli dengan bentakanku tadi. Padahal aku ingin kita bisa beradu mulut lebih panjang.
Kalimat "aku benci kamu" tadi, asal kamu tau, itu hanya kamuflase dari kalimat "aku suka kamu".
Aku tidak benar-benar membencimu.
Saat aku membencimu, itu karena aku benar-benar suka padamu.
Lihat aku.. Kamu pasti sudah tahu semuanya kan?
Rasa suka yang terlalu berlebihan, mungkin membuatmu canggung.
Aku tidak menunjukkan rasa itu seluruhnya padamu. Aku hanya perlahan mendekatimu. Mencoba memasuki duniamu. Sebelum akhirnya kamu benar-benar membaginya denganku.

Hah? Apa yang kupikirkan tadi? Kamu milikku? Mungkin dunia sedang menertawaiku sekarang.
Aku sudah senang berada di dekatmu.
Aku ikut tertawa saat kamu tertawa walau bukan untukku.
Kamu tahu apa yang kurasakan, maka dari itu, kamu seperti mengawasiku.
Kamu seperti ingin memastikan apa aku benar-benar menyukaimu. Sepertinya kamu tak yakin.
Baahkan, semakin kamu tak tahu, itu semakin bagus bagiku.

"Oi ! Sini dulu, " teriakmu dari kejauhan. Aku menghampirimu, berharap kamu menginginkan sesuatu dariku.
"Kenapa?" tanyaku berpura-pura tak bersemangat. Lagi-lagi, ini hanya pura-pura.
"Minta nomer hape lo."
"Enggak." tolakku sok jual mahal
"Ah, dasar sok jual mahal sekali lo.. " Kamu menatapku dengan tatapan mengejek.
"Cepetan gak ? Temenku suka sama kamu."
Tuh kan, aku kegeeran lagi! Kukira nomer itu buat dirinya sendiri ! Enggak bakal ku kasi ! Aku segera pergi dari hadapannya. Aku tak memperdulikannya yang memanggil-manggilku.
Setiap hari pun begitu. Kamu memaksaku untuk memberikan nomerku padanya dan dengan gampang, kamu memberikan itu pada temannya. Oke , aku menyerah. Aku memberikan nomerku dengan harapan kamu juga mau sms aku. Berhari-hari setelah itu, dugaanku salah. Kamu tak pernah sms ke aku. Malah, temanmu yang terus meneleponku.
Esoknya, aku langsung berdiri di hadapamu dengan muka masam.
"Apaan sih temenmu itu ? Alay, aneh, jelek..." belum selesai cerocosanku , dia sudah menertawaiku.
"Hah? Jelek? Ganteng gitu kok, dibilang jelek. " belanya.
"Ganteng? Mata lo banyak beleknya ya? " seruku jijik.
"Menurut lo? Orang ganteng itu kayak gue? Hahah!"
Kata-katanya membuatku ingin berkata "ya" dan lagi lagi terkamuflase oleh kata "Narsis ! Aku benci kamu!"

Dari awal sudah kupertegas, aku tidak benar-benar membencimu.
Pasti kamu juga tau, walau aku tak menegaskannya langsung padamu. Kamu hanya tersenyum saat aku mengatakan "aku benci kamu" . Seolah-olah senyum itu mengatakan bahwa, "Aku tau kamu suka aku kan?"
Padahal aku ingin senyum itu menandakan, "Kamu suka sama aku  kan? Aku juga suka kamu."

Lagi - lagi dunia menertawaiku. Aku jatuh cinta. Aku tidak ingin berkhayal dalam realita sekarang. Karena aku tau. Saat ini realita jauh lebih indah ketimbang khayalanku. Aku suka kamu. Jangan percaya kata-kata yang sedang mengkamuflase perasaanku. 
Aku Jatuh Cinta Padamu.
:)

Komentar

Postingan Favorit

Maret, Bulan Penuh Ujian

Selamat tanggal satu bulan ketiga, semuanya! Selamat ulang tahun bagi penyandang zodiak pisces dan aries! Hm. Kalo blogger yang lain memulai postingan pertama 2015 di bulan januari lalu, berbeda dengan gue, yang melahirkan postingan pertama di tahun kambing pada hari ini. Bukannya tanpa alasan hamba jadi jarang ngeblog. Namun apa mau dikata, hamba sedang diperbudak oleh soal-soal yang memang tak pernah berperikemanusiaan ini. Huv. Bentar lagi gue mau UN, jadi ya mau nggak mau harus berjuang biar rok biru ini bisa diganti dengan rok abu-abu!

Fenomena Doppelganger - Kembaran yang Misterius

  Apakah kita memiliki kembaran di dunia ini ? Apakah kita dapat berada di dua tempat pada saat yang sama ? Dalam sejarah, ada banyak catatan mengenai orang-orang yang mengaku berjumpa dengan bayangan dirinya sendiri. Fenomena ini sering disebut dengan istilah doppelganger. Doppelganger berasal dari kata Jerman yang berarti "Double Walker". Istilah ini digunakan untuk merujuk kepada bayangan diri yang dipercaya menyertai setiap manusia di bumi ini. Fenomena ini berbeda dengan penampakan hantu. Jika penampakan hantu berarti seseorang melihat citra orang yang telah meninggal, maka fenomena doppelganger berarti melihat bayangan seseorang yang masih hidup. Dalam banyak kasus, Doppelganger dipercaya sebagai tanda-tanda kematian. Konon Ratu Elizabeth I berjumpa dengan bayangan dirinya sendiri sebelum meninggal. Entah kapan fenomena ini pertama kali muncul. Namun pada tahun 1691, ditemukan catatan mengenai Doppelganger yang ditulis oleh Robert Kirk yang menulis bahwa fenomena ini t...

9 Hal Memalukan Yang Gak Ingin Terulang Lagi Seumur Hidupmu

Setiap orang pasti pernah melakukan hal yang memalukan. Termasuk gue, lo, dan dia. Gue udah ngerangkum 9 hal memalukan yang pernah orang-orang lakukan. Dan yang pastinya lo gak mau ini terulang lagi. Yuk di lihat ke bawah! 1. Ngelucu Tapi Gak Lucu Saat lo cerita panjang lebar, dan berusaha untuk menyuguhkan suatu lelucon pada teman-teman lo, ternyata lelucon lo itu... GARING! Pasti pernah kan? Duh, berharap banget deh ini gak terulang lagi!