Kamu sudah tau kan? Aku lega... Hanya kita berdua yang tau.. Aku menyukaimu, bagaimana denganmu ? Saat bertemu kita berbagi cerita, cerita dimana hanya kita berdua yang masuk di dalamnya. Meski begitu, kamu selalu menyuruhku berhenti menyukaimu. Aku tak bisa berhenti, menhapus , ataupun membuang rasa itu. Aku menyukaimu, sangat menyukaimu. Setelah sekian lama akhirnya aku bisa mengungkapkannya padamu. Tidak masalah kamu mengabaikan perasaanku. Tidak masalah kamu tidak menganggapku nyata dan hadir di setiap langkahmu. Kamu tidak perlu menyukaiku, cukup aku yang menyukaimu.
Karena aku menyukaimu, aku rela memberikan semuanya untukmu. Aku akan selalu ada untukmu, meski sebenarnya kau tak membutuhkanku. Aku tak akan merasa menyesal menyukaimu. Aku rela memberikan segala yang ku punya, segala yang ku perjuangkan meski itu semua akan menjadikanku orang yang paling bodoh di dunia. Aku merasa rapuh, merasa hampa tanpa hadirnya dirimu. Itu tidak bermasalah jika kamu tak tau peneritaanku. Setiap aku merasakannya, aku tinggal menutup mata dan melihat 'bayangan' dirimu yang sudah meninggalkan banyak jejak di kehidupanku.
Karena aku menyukaimu, aku merasa sakit saat kamu bersama yang lain. Tapi karena melihatmu lebih bahagia, sakit itu bisa kuabaikan. Aku ikut tersenyum diam diam saat melihatmu bahagia. Aku yakin kamu tak menyadari kehadiranku padahal kita di tempat yang sama. Berapa banyak sakit yang harus kuterima saat melihatmu, tak menjadi beban. Sakit juga bagian dari hidup 'kan? Menyukai seseorang tidak harus selalu merasakan hal hal yang menyenangkan. Aku tersenyum setiap saat, seakan merasa tak ada sesuatu yang menyakitkan mengitari hidupku.
Mungkin karena kau menyukaimu, aku jadi 'merasa' tak ingin kehilanganmu. Tapi kenyataannya, aku rela membiarkanmu pergi. Aku merindukanmu bahkan lebih merindukanmu. Setiap saat di dalam diriku, memanggil dan terus memanggil namamu. Karena aku sangat ingin melihatmu. Sekarang ini sudah menjadi kebiasaanku. Melihat dirimu berlari-larian memutari otakku. Dalam kebisuanku aku menjerit, meneriakkan namamu. Setiap hari, jika ini terus berlangsung ini akan membunuhku. Apa yang harus kulakukan ?
Aku menyukaimu bahkan setelah dirimu pergi, ini sudah lebih dari menyukaimu.
Ini pengakuan terakhirku, aku tau nantinya kamu malah menganggapku semakin bodoh.
Dapatkah kamu mendengarnya dari kejauhan di sana ?
Aku mencintaimu.
Karena aku menyukaimu, aku rela memberikan semuanya untukmu. Aku akan selalu ada untukmu, meski sebenarnya kau tak membutuhkanku. Aku tak akan merasa menyesal menyukaimu. Aku rela memberikan segala yang ku punya, segala yang ku perjuangkan meski itu semua akan menjadikanku orang yang paling bodoh di dunia. Aku merasa rapuh, merasa hampa tanpa hadirnya dirimu. Itu tidak bermasalah jika kamu tak tau peneritaanku. Setiap aku merasakannya, aku tinggal menutup mata dan melihat 'bayangan' dirimu yang sudah meninggalkan banyak jejak di kehidupanku.
Karena aku menyukaimu, aku merasa sakit saat kamu bersama yang lain. Tapi karena melihatmu lebih bahagia, sakit itu bisa kuabaikan. Aku ikut tersenyum diam diam saat melihatmu bahagia. Aku yakin kamu tak menyadari kehadiranku padahal kita di tempat yang sama. Berapa banyak sakit yang harus kuterima saat melihatmu, tak menjadi beban. Sakit juga bagian dari hidup 'kan? Menyukai seseorang tidak harus selalu merasakan hal hal yang menyenangkan. Aku tersenyum setiap saat, seakan merasa tak ada sesuatu yang menyakitkan mengitari hidupku.
Mungkin karena kau menyukaimu, aku jadi 'merasa' tak ingin kehilanganmu. Tapi kenyataannya, aku rela membiarkanmu pergi. Aku merindukanmu bahkan lebih merindukanmu. Setiap saat di dalam diriku, memanggil dan terus memanggil namamu. Karena aku sangat ingin melihatmu. Sekarang ini sudah menjadi kebiasaanku. Melihat dirimu berlari-larian memutari otakku. Dalam kebisuanku aku menjerit, meneriakkan namamu. Setiap hari, jika ini terus berlangsung ini akan membunuhku. Apa yang harus kulakukan ?
Aku menyukaimu bahkan setelah dirimu pergi, ini sudah lebih dari menyukaimu.
Ini pengakuan terakhirku, aku tau nantinya kamu malah menganggapku semakin bodoh.
Dapatkah kamu mendengarnya dari kejauhan di sana ?
Aku mencintaimu.
Komentar
Posting Komentar
terima kasih sudah berkomentar untuk mengembangkan blog ini menjadi lebih baik. let's be mutual! :)