Langsung ke konten utama

Karena Aku Menyukaimu


Kamu sudah tau kan? Aku lega... Hanya kita berdua yang tau.. Aku menyukaimu, bagaimana denganmu ? Saat bertemu kita berbagi cerita, cerita dimana hanya kita berdua yang masuk di dalamnya. Meski begitu, kamu selalu menyuruhku berhenti menyukaimu. Aku tak bisa berhenti, menhapus , ataupun membuang rasa itu. Aku menyukaimu, sangat menyukaimu. Setelah sekian lama akhirnya aku bisa mengungkapkannya padamu. Tidak masalah kamu mengabaikan perasaanku. Tidak masalah kamu tidak menganggapku nyata dan hadir di setiap langkahmu. Kamu tidak perlu menyukaiku, cukup aku yang menyukaimu.



Karena aku menyukaimu, aku rela memberikan semuanya untukmu. Aku akan selalu ada untukmu, meski sebenarnya kau tak membutuhkanku. Aku tak akan merasa menyesal  menyukaimu. Aku rela memberikan segala yang ku punya, segala yang ku perjuangkan meski itu semua akan menjadikanku orang yang paling bodoh di dunia. Aku merasa rapuh, merasa hampa tanpa hadirnya dirimu. Itu tidak bermasalah jika kamu  tak tau peneritaanku. Setiap aku merasakannya, aku tinggal menutup mata dan melihat 'bayangan' dirimu yang sudah meninggalkan banyak jejak di kehidupanku.

Karena  aku menyukaimu, aku merasa sakit saat kamu bersama yang lain. Tapi karena melihatmu lebih bahagia, sakit itu bisa kuabaikan. Aku ikut tersenyum diam diam saat melihatmu bahagia. Aku yakin kamu tak menyadari kehadiranku padahal kita di tempat yang sama. Berapa banyak sakit yang harus kuterima saat melihatmu, tak menjadi beban. Sakit juga bagian dari hidup 'kan? Menyukai seseorang tidak harus selalu merasakan hal hal yang menyenangkan. Aku tersenyum setiap saat, seakan merasa  tak ada sesuatu yang menyakitkan mengitari hidupku.

Mungkin karena kau menyukaimu, aku jadi 'merasa' tak ingin kehilanganmu. Tapi kenyataannya, aku rela membiarkanmu pergi. Aku merindukanmu bahkan lebih merindukanmu. Setiap saat di dalam diriku, memanggil dan terus memanggil namamu. Karena aku sangat ingin melihatmu. Sekarang ini sudah menjadi kebiasaanku. Melihat dirimu berlari-larian memutari otakku. Dalam kebisuanku aku menjerit, meneriakkan namamu. Setiap hari, jika ini terus berlangsung ini akan membunuhku. Apa yang harus kulakukan ?

   Aku menyukaimu bahkan setelah dirimu pergi, ini sudah lebih dari menyukaimu.
   Ini pengakuan terakhirku, aku tau nantinya kamu malah menganggapku semakin bodoh.
   Dapatkah kamu mendengarnya dari kejauhan di sana ?
   Aku mencintaimu.  

 

Komentar

Postingan Favorit

Setelah Mendongeng Pkn-_- (Part 2)

Gue minta duit maaf, soalnya gue gak nge-post pas di hari senin postingan kemarin-__- Setelah postingan yang terakhir itu, besoknya emang presentasi. Tapi ada urutan tersendirinya. Kelompok gue dapet urutan ke-empat. Lumayanlah. Karena, saat itu, banyaaaakkk banget kejadian yang gak terduga.  1. Dayu gak bawa laptop. Padahal di laptopnya dia, ada lagu latar yang udah kita siapin. Alhasil semua anggota marah sama dia. Untungnya, dia bawa flashdisk :) 2. Ternyata oh ternyata, flashdisk-nya Mamih Dayu ini kena virus! Jadi mau flashdisk ini dimasukin ke laptop manapun, hasilnya  tetep NIHIL. 3. Salah satu wayang kita HILANG. Gue cukup pasrah dengan kejadian flashdisk itu. Mungkin kelompok kita ditakdirkan untuk tidak memakai suara latar. Gue pun itung lagi semua wayangnya. Ternyata oh ternyata lagi, wayang kita menghilang satu. Dan itu adalah wayang si Pak Radjiman Wedyodiningrat.

Aku Akan Di Belakangmu Meski Tak Selamanya~

 Mataku terbelalak kaget dengan perasaan senang mendapati selebaran daftar lomba bahasa indonesia yang terpajang di mading sekolah. Keren ! Coba kalau aku bisa ikut..  "Mau ikut? Ikut aja kali, Fir. Kalau kusaranin nih yaa.. Mending ikut lomba baca puisi aja. Kamu kan bagus kalo baca puisi, siapa tau bisa menang..," saran Rima yang ada di sampingku.   "Emang kamu ikut?" hmm... Pertanyaan yang aku sudah tau jawabannya.  " Ikutlah... Tapi, aku pinjem puisimu ya... Nanti aku bacain pengarangnya deh.. Karya : Fira Putria... Hahahah..." aku tertawa mendengar cara bicaranya.  "Aku ikut kalau Vino ikut.." kataku akhirnya. Vino, orang yang sudah mengambil separuh hatiku selama 3 bulan.  "Yaah... Terserah deh... Kalau di pikir-pikir, emang dia bisa apa?" tanya Mira dengan nada merendahkan, lalu pergi ke kelas. 

Menjadi Sahabat yang Baik

Jadi apa yang muncul di pikiran lo saat mendengar kata 'sahabat' ?  Orang yang paling paling paliiingg deket sama lo?  Orang yang lebih dari sekedar teman? Atau, orang yang kalau dia pergi, lo berasa kehilangan salah satu organ terpenting lo? '-' Gue akan berhenti menerka-nerka. Karena gue tahu, pandangan tiap orang itu beda-beda. Jadi definisikan itu sendiri :3 Kalo menurut gue, sahabat itu: temen yang lebih dari sekedar temen biasa, berawal dari gak kenal > kenal > saling curhat > ejek-ejekan > saling lempar-lemparan upil :3 Eitts, tapi, apa menurut lo, orang yang lo anggap sahabat, juga menganggap lo sahabat? Oke, gue ganti pertanyaan. Apakah lo merasa, lo udah menjadi yang terbaik baginya? Manusia itu gak ada yang sempurna, gak perlu jadi sempurna untuk orang lain. Lo cuma perlu jadi yang terbaik sebisa lo. Jadi, bagaimana cara menjadi sahabat yang terbaik baginya?