Langsung ke konten utama

Kau Pikir, Aku Tak Tahu

Aku tahu gadis yang sedang menunggumu, berharap kau menjadi miliknya itu. Dia, yang lebih modis dariku, yang jauh lebih cantik, yang lebih pantas berada di sisimu itu, bahkan dia lebih memiliki segalanya untuk memilikimu. Kau pikir aku tak tahu, kalau dia sudah merebut hatimu. Aku memang tak sepopuler dia, aku tak sebaik dia, aku hanya orang yang beruntung yang bisa memilikimu. Apa
cinta yang kuberikan masih kurang? Kurasa iya. Aku tidak iri pada gadis itu. Sebelum rasa iri itu ada, aku sadar aku berada jauh dibawanya. Jadi, ini salahku karena aku tak bisa menyetarakan diriku dengan gadis impianmu itu. Kau jatuh cinta pada gadis lain, itu juga karena aku tak bisa membuatmu fokus pada diriku saja.  Aku hanya seorang gadis biasa, ya seorang gadis yang tak memiliki apapun untuk dibanggakan.

Ini, kesalahanku, tak bisa membuatmu mencintaiku lebih dari aku mencintaimu. Aku sudah kehabisan cara, membuatmu memilikiku seutuhnya. Hatiku, apa kau memilikinya? Lalu, apa yang harus kulakukan sekarang? Apa aku tetap mempertahankanmu, atau melepasmu yang sudah pasti akan membuatmu bahagia? Aku rapuh, aku tak tahu harus kuapakan kerapuhanku ini.
Ini masih kesalahanku, tak bisa membuatmu hadir untukku seperti yang aku inginkan. Mungkin, kau terlalu lelah mencintai gadis rumit sepertiku. Kau tidak pernah salah, akulah yang aneh. Bahkan saat kita bersama kita tidak benar-benar bersama. Selalu ada sosok ysng lebih dihatimu, bukan? Tidak bisakah kita memiliki waktu kita berdua, hanya untuk benar - benar saling mencintai? Kau pikir, aku tak tahu, kalimat "aku mencintaimu" yang keluar dari bibirmu, hanyalah untuk menyenangkanku. Jadi, ini tetap salahku membuatmu hidup dalam kepura-puraan.
Aku selalu memikirkanmu, bagaimana dengan kamu disana sementara aku disini? Dan tanpa kusadari, aku merasakan sakit yang luar biasa. Meski begitu, hati yang tersakiti ini selalu mencari keberadaanmu. Sampai saat ini, aku masih tak mengerti cinta. Berapakah kapasitas cinta sesungguhnya? Sampai - sampai kau bisa mencintai dua orang yang berbeda dalam hatimu.
Aku memilikimu seperti menggengam pasir. Dulu aku sangat menjaga butiran butiran pasir itu agar tak terbawa angin, kini aku akan melepasmu, membiarkanmu pergi ke arah yang kau suka. Aku sudah merelakanmu, kau juga sudah lelah berbohong 'kan? Aku sama sepertimu, lelah untuk mengisi hatimu. Masih ada sisi kosong yang tidak cukup untuk kuisi. Gadis yang dari awal kuketahui itu, pasti bisa menutup seutuhnya hatimu. Sekarang kau bebas mencarinya, tanpa merasa dihantui oleh bayangku. Setelah aku menjauh dari duniamu, cintaku sudah terbakar yang tersisa hanyalah luka yang belum mengering ini. Jauh didalam hatiku, aku menangis. Tangis yang membawa arus kenangan tentangmu. Di setiap gelombang yang mengalir dalam hatiku, terus membawa kenangan yang tak dapat terhapus. Kenangan itu seperti bayangan. Bagaimana bisa aku menghapus bayangan?
Kau orang yang paling kucintai.
Kau yang palin berharaga dan berarti dalam hidupku.
Kau juga orang yang kupikir akan selalu berada di sisiku selamanya.
Kupikir saat akuberbalik untuk pergi, kau akan menahanku. Ternyata tak sesuai bayanganku, dimana kau akan menarik tanganku lalu memelukku. Itu semua tidak terjadi, kau hanya membiarkanku pergi dengan semua rasa sakit. Aku terlalu berharap. Kata-kata sederhanaku memang tak bisa menggambarkan perasaanku yang sesungguhnya. Aku masih mencintaimu, sama seperti pertama kali aku menatap matamu.





Untuk seseorang yang sedang mengerjakan 
soal UTS kimia di belakangku..:)

Komentar

Postingan Favorit

Setelah Mendongeng Pkn-_- (Part 2)

Gue minta duit maaf, soalnya gue gak nge-post pas di hari senin postingan kemarin-__- Setelah postingan yang terakhir itu, besoknya emang presentasi. Tapi ada urutan tersendirinya. Kelompok gue dapet urutan ke-empat. Lumayanlah. Karena, saat itu, banyaaaakkk banget kejadian yang gak terduga.  1. Dayu gak bawa laptop. Padahal di laptopnya dia, ada lagu latar yang udah kita siapin. Alhasil semua anggota marah sama dia. Untungnya, dia bawa flashdisk :) 2. Ternyata oh ternyata, flashdisk-nya Mamih Dayu ini kena virus! Jadi mau flashdisk ini dimasukin ke laptop manapun, hasilnya  tetep NIHIL. 3. Salah satu wayang kita HILANG. Gue cukup pasrah dengan kejadian flashdisk itu. Mungkin kelompok kita ditakdirkan untuk tidak memakai suara latar. Gue pun itung lagi semua wayangnya. Ternyata oh ternyata lagi, wayang kita menghilang satu. Dan itu adalah wayang si Pak Radjiman Wedyodiningrat.

Aku Akan Di Belakangmu Meski Tak Selamanya~

 Mataku terbelalak kaget dengan perasaan senang mendapati selebaran daftar lomba bahasa indonesia yang terpajang di mading sekolah. Keren ! Coba kalau aku bisa ikut..  "Mau ikut? Ikut aja kali, Fir. Kalau kusaranin nih yaa.. Mending ikut lomba baca puisi aja. Kamu kan bagus kalo baca puisi, siapa tau bisa menang..," saran Rima yang ada di sampingku.   "Emang kamu ikut?" hmm... Pertanyaan yang aku sudah tau jawabannya.  " Ikutlah... Tapi, aku pinjem puisimu ya... Nanti aku bacain pengarangnya deh.. Karya : Fira Putria... Hahahah..." aku tertawa mendengar cara bicaranya.  "Aku ikut kalau Vino ikut.." kataku akhirnya. Vino, orang yang sudah mengambil separuh hatiku selama 3 bulan.  "Yaah... Terserah deh... Kalau di pikir-pikir, emang dia bisa apa?" tanya Mira dengan nada merendahkan, lalu pergi ke kelas. 

Menjadi Sahabat yang Baik

Jadi apa yang muncul di pikiran lo saat mendengar kata 'sahabat' ?  Orang yang paling paling paliiingg deket sama lo?  Orang yang lebih dari sekedar teman? Atau, orang yang kalau dia pergi, lo berasa kehilangan salah satu organ terpenting lo? '-' Gue akan berhenti menerka-nerka. Karena gue tahu, pandangan tiap orang itu beda-beda. Jadi definisikan itu sendiri :3 Kalo menurut gue, sahabat itu: temen yang lebih dari sekedar temen biasa, berawal dari gak kenal > kenal > saling curhat > ejek-ejekan > saling lempar-lemparan upil :3 Eitts, tapi, apa menurut lo, orang yang lo anggap sahabat, juga menganggap lo sahabat? Oke, gue ganti pertanyaan. Apakah lo merasa, lo udah menjadi yang terbaik baginya? Manusia itu gak ada yang sempurna, gak perlu jadi sempurna untuk orang lain. Lo cuma perlu jadi yang terbaik sebisa lo. Jadi, bagaimana cara menjadi sahabat yang terbaik baginya?