Langsung ke konten utama

Postingan Menuju Hari Esok (Part 1)

Besok! Besok! Waaa... Besok hari Senin! Besok ada pelajaran PKN! Besok, gue akan melakukan hal yang sangat sangat membuat gue keringat panas di depan kelas. Why? Besok gue dan 5 temen gue yang lain bakal menampilkan dongeng tentang "Proses Perumusan Pancasila". 
Guru PKN gue, Bu Rina, memberi tugas buat murid-muridnya untuk menjelaskan tentang Proses Perumusan Pancasila jaman bahula. Pilihannya, boleh drama, presentasi, dongeng atau yang lain. 
Gue, Dayu, Eling, Agung, Taruna, dan Kresna memutuskan agar kita mendongeng dengan properti Wayang. Hm, sebenernya bukan wayang kulit atau yang sejenisnya. Kita nge-print wajah pahlawan seperti Soekarno, Bung Hatta, Moh. Yamin, dan kawan kawan, lalu kita tempel di karton dan kita kasi bilah bilah bambu tipis. Sebenernya sih, itu ide gue. Mereka nurut-nurut aja. Padahal di antara kita, gue lah yang paling muda umurnya. 
Kenapa gue milih wayang-wayangan? Karena gue udah tau, pasti kelompok lain kebanyakan pakai presentasi dengan media Ms. Power Point. Lah, gue ini kan orangnya mau yang beda dari yang lain. Ya sudah, satu-satunya ide yang kecantol di otak gue saat itu, ya cuma itu.




Lo tau, semua kelompok gue cowok kecuali Dayu. Yah, mungkin yang merasa tersiksa disini itu Dayu. Gue ini kan jiwa cowok (meski alhir akhir ini gue mulai pakai anting. Hehehe...) alias mau aja dikelompokin sama siapa aja.

Masalah yang pertama gue hadapin adalah, saat kita pertama Kerja Kelompok (KK) di rumahnya Eling. Gue udah buat naskahnya, jadi tinggal mereka yang nentuin tokoh. Gue? Jadi narasi dong :)

Dari dulu, gue udah tau kalau sekelompok bareng makhluk yang berjakun itu susah. Kenapa? Makhluk makhluk itu pada dasarnya memang keras kepala. Gue ajak serius, mereka main main. Gue yang mulai main main, mereka malah serius. Kalau dimarahin, malah balik marahin. Hffftt... Padahal mereka yang pilih gue jadi ketua.

Hari ini, gladi bersih kita yang terakhir (namanya juga gladi bersih). Tentu saja di rumahnya Eling lagi. Gue cukup seneng, karena Ibunya Eling ini selalu kasih kita Burger :) Thankyou Eling's Mother! Lumayan keren lah. Meski banyak yang setelah itu gak serius lagi. Tapi, gue yakin besok suasana kelas saat kelompok gue maju ke depan pasti mendadak angker. 



Ini Agung sedang menggalau
This is the SCRIPT :)

Eling yang terus terusan main hp 

Dayu! Don't cry! 

Sedang menghitung semut yang berjalan





Terlalu Berantakan --_--


Eling yang bisanya hanya foto-foto -_-












Ternyata, ada anggota lain selain kita....



 Ouh, Please Bless Us, God :)

Komentar

Posting Komentar

terima kasih sudah berkomentar untuk mengembangkan blog ini menjadi lebih baik. let's be mutual! :)

Postingan Favorit

Setelah Mendongeng Pkn-_- (Part 2)

Gue minta duit maaf, soalnya gue gak nge-post pas di hari senin postingan kemarin-__- Setelah postingan yang terakhir itu, besoknya emang presentasi. Tapi ada urutan tersendirinya. Kelompok gue dapet urutan ke-empat. Lumayanlah. Karena, saat itu, banyaaaakkk banget kejadian yang gak terduga.  1. Dayu gak bawa laptop. Padahal di laptopnya dia, ada lagu latar yang udah kita siapin. Alhasil semua anggota marah sama dia. Untungnya, dia bawa flashdisk :) 2. Ternyata oh ternyata, flashdisk-nya Mamih Dayu ini kena virus! Jadi mau flashdisk ini dimasukin ke laptop manapun, hasilnya  tetep NIHIL. 3. Salah satu wayang kita HILANG. Gue cukup pasrah dengan kejadian flashdisk itu. Mungkin kelompok kita ditakdirkan untuk tidak memakai suara latar. Gue pun itung lagi semua wayangnya. Ternyata oh ternyata lagi, wayang kita menghilang satu. Dan itu adalah wayang si Pak Radjiman Wedyodiningrat.

Aku Akan Di Belakangmu Meski Tak Selamanya~

 Mataku terbelalak kaget dengan perasaan senang mendapati selebaran daftar lomba bahasa indonesia yang terpajang di mading sekolah. Keren ! Coba kalau aku bisa ikut..  "Mau ikut? Ikut aja kali, Fir. Kalau kusaranin nih yaa.. Mending ikut lomba baca puisi aja. Kamu kan bagus kalo baca puisi, siapa tau bisa menang..," saran Rima yang ada di sampingku.   "Emang kamu ikut?" hmm... Pertanyaan yang aku sudah tau jawabannya.  " Ikutlah... Tapi, aku pinjem puisimu ya... Nanti aku bacain pengarangnya deh.. Karya : Fira Putria... Hahahah..." aku tertawa mendengar cara bicaranya.  "Aku ikut kalau Vino ikut.." kataku akhirnya. Vino, orang yang sudah mengambil separuh hatiku selama 3 bulan.  "Yaah... Terserah deh... Kalau di pikir-pikir, emang dia bisa apa?" tanya Mira dengan nada merendahkan, lalu pergi ke kelas. 

Menjadi Sahabat yang Baik

Jadi apa yang muncul di pikiran lo saat mendengar kata 'sahabat' ?  Orang yang paling paling paliiingg deket sama lo?  Orang yang lebih dari sekedar teman? Atau, orang yang kalau dia pergi, lo berasa kehilangan salah satu organ terpenting lo? '-' Gue akan berhenti menerka-nerka. Karena gue tahu, pandangan tiap orang itu beda-beda. Jadi definisikan itu sendiri :3 Kalo menurut gue, sahabat itu: temen yang lebih dari sekedar temen biasa, berawal dari gak kenal > kenal > saling curhat > ejek-ejekan > saling lempar-lemparan upil :3 Eitts, tapi, apa menurut lo, orang yang lo anggap sahabat, juga menganggap lo sahabat? Oke, gue ganti pertanyaan. Apakah lo merasa, lo udah menjadi yang terbaik baginya? Manusia itu gak ada yang sempurna, gak perlu jadi sempurna untuk orang lain. Lo cuma perlu jadi yang terbaik sebisa lo. Jadi, bagaimana cara menjadi sahabat yang terbaik baginya?