Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2014

Ini [MASIH] Bulan Mei

Paras gue hari ini Udah hampir seminggu gue mencoba untuk meminimalkan penggunaan internet. Bikaus, gue mau jadi anak pramuka. Kan kalo kemping di hutan gitu biasanya sering gak ada wi-fi (baca: wai fai) gitu kan. Mau nanya ke para penghuni hutan, dimana itu wi-fi, ntar malah dikira sejenis binatang buas dari Alaska. Tapi tapi tapiii, gue jadi anak pramuka 2 tahun lagi. Hoho. Sekarang cuma pengendalian diri doang sih. Jadi gue cuma bales chat yang berhubungan dengan sekolah dan temen deket gue aja. Titik. Ini aja gue cuma dikasi waktu sejam sama diri gue sendiri buat nulis. Ngok. Apa yang baru [ dari gue ] di bulan Mei ini??

Perlukah Kita Populer di Sekolah?

Jujur, gue gak suka foto ini. Populer, kata lain dari terkenal. Siapa sih yang gak mau terkenal? Banyak hal yang bisa membuat kita terkenal di sekolah. Menurut gue populer lebih diatas terkenal. Meskipun sebenernya sama aja sih ya. Beberapa minggu yang lalu, gue buka ask.fm, dan gue dapet beberapa question yang gue gak suka. Contohnya, bawa-bawa nama mantan lah, ngatain gue sok famous lah, dan sebagainya. Lama-lama gue ubah, jadi judge.fm tuh! Pake anonymous lagi. Kalo gue emang famous, yaudah, berarti gue famous. Pake nanya lagi! Siapa aja sih, orang yang bisa dengan mudahnya menyandang status "populer" di sekolah?

Diary Sang Zombigaret: Aku Mematikanku

Sampai hari ini, aku masih ditemani dengan gulungan kertas berbentuk silinder dan didalamnya terdapat tembakau. Kuambil satu batang lagi dari kotaknya. Salah satu ujungnya kubakar dan kubiarkan membara agar asapnya dapat kuhirup melalui mulut kecilku pada ujung lainnya. Aku merasakan sensasinya. Biarpun aku tak punya uang, yang penting hisapan rokok ini menghilangkan semua kegusaran. Ternyata, teman-temanku benar. Rokok bisa menghilangkan stress. Sejak 2 tahun lalu aku mencobanya, kini rokok seperti kebutuhan sehari-hariku. Ibuku tak pernah tahu. Kalau dia tahu, dia akan membunuhku. Maka dari itu, aku melakukan ini secara diam-diam di kebun belakang rumahku. Setelah rokok yang kuhisap tadi mulai habis, aku mengambil satu lagi. Habis lagi, ambil lagi. Begitu seterusnya sampai aku puas. Sayangnya, aku tak pernah merasa puas. Dan mungkin ini akan berhenti jika aku sudah mulai lelah dan tertidur.

Sayang Diam-Diam

Seraya mendengar lagu Tulus - Teman Hidup lewat yutup, aku akan ngeblog lagi, setelah berjuta-juta detik yang lalu malas ngeblog. Kali ini tentang orang yang sayang diam-diam. Siapakah orang itu? Aku. Mungkin juga kamu. Atau dia. Orang yang sayang diam-diam biasanya tau banyak hal tentang orang yang disayangi. Tau darimana? Teman.  Atau cari tau sendiri. Kadang, keingin tau seseorang kebanyakan berhasil. Ya, berhasil membuat dia tau. Kalau tanya ke teman, dan teman bertanya balik, "Kenapa? Kamu suka sama dia ya?" Dalam hati: 'SHITTT! NGAPAIN SIH LO NANYA BALIK? KAMPRET!' Yang keluar dari mulut: "Gak lah. Temenku ada yang suka sama dia. Jadi, aku kayak comblangin gitu." Tapi kalau aku lebih senang mencari tau sendiri. Kalau sakit hati, ya tanggung sendiri. Gak perlu ngajak-ngajak. Pada akhirnya, aku tau banyak (gak semua) tentang dia. Aku tau pasti jam berapa dia online di facebook, dia jalan ke kelas lewat mana, menu makannya di kantin apa,...