Langsung ke konten utama

Cewek dan Gengsi

Mulai duluan atau enggak sama sekali? Apa salahnya mulai duluan? Jenis kelamin gak mempengaruhi seseorang untuk memulai, kok. Simple-nya gini, kamu suka sama dia, itu hak kamu. Dia pergi, itu hak dia. Kamu gak punya hak untuk melarang dia. Lah, emang kamu siapanya dia? Bukan siapa-siapa kok berani ngelarang. Paham?

Entah dia punya pacar atau tidak. Setidaknya, dia harus tahu, kalau kamu suka sama dia. Gak perlu bilang sayang dulu, apalagi cinta. Cukup mulai dengan, "sebenernya, aku suka sama kamu". Lalu, apa yang kamu harapkan saat menyukai dia? Dia jadi milik kamu? Kita gak pernah tahu, isi hati orang. Apa kamu mau, dia jadi milikmu atas dasar kasihan?
Setelah kamu mengungkapkannya, bagaimana respon dia?
Dia menjauh. Itu pertanda, kalau dia tidak menyukaimu. Kali ini, keputusan ada pada kamu sendiri. Melupakan, atau membuatnya menyukaimu tanpa dasar terpaksa. Gutlak!
Dia tidak menjauh. Dia tak mendekat. Tapi dia berbeda. Tak sama seperti biasa. Sering kali, saat kamu menoleh padanya, kamu mendapati dia juga menoleh padamu. Saat kamu sedang ngobrol dengan teman-teman, dan dia bersama dengan temannya. Kamu merasa dia sesekali melirik ke arahmu. Itu bukan feeling yang salah. Atau kamu merasa dia selalu mencari kesempatan untuk bisa melihatmu. Itu bukan kegeeran. Feeling seorang cewek bisa saja yang paling kuat. Tapi kenapa, dia tidak pernah mengajakmu bicara? Tidak pernah menyapamu. Tidak pernah memulai chat terlebih dahulu. Apa cowok juga mempunyai gengsi? Mungkin bukan gengsi. Mungkin dia takut, ada cowok lain yang juga mendekatimu. Padahal kamu sudah menyatakan perasaanmu, tapi kenapa dia belum mengatakan apapun? Kali ini, aku tidak tahu.
Aku juga merasakannya. Tulisan ini memang bukan tips. Ini hanya celotehanku. Aku juga butuh saran. Jadi, apa yang harus kita lakukan? Memulai chat duluan? Mengatakan apa? "Hai" ? Kita juga terbelenggu oleh rasa serba salah. Mulai chat duluan, dibilang agresif. Kalau tidak mulai, akan tetap disitu-situ aja.
Kenapa tidak bisa menghargai aku, yang sudah memulai duluan untukmu?
Siska Olie

Komentar

  1. Serba salah jadinya, ya? Bingung juga sih. Tapi kalo kamu suka kenapa enggak? Kita juga punya hak, kan? :)
    Aku punya sesuatu nih buat kamu. Kalo berkenan silahkan menuju link ini http://rizamaulidan.blogspot.com/2014/06/the-liebster-award.html
    Terimakasih :)

    BalasHapus
  2. iya bener juga, ngga peduli jenis kelamin apapun. kalo ngga ada yang mau mulai, mana bisa ada perubahan haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masalahnya, yang udah berani mulai, malah gak dapet kepastian apa-apa..

      Hapus
  3. cewek emang penuh gengsi, tapi gue bukan penganut gengsi jadi apapun yang gue suka ya gue bilang.. karena kalo ngga bilang bawaannya pasti nyesel..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kadang ada juga cewek yang lebih nyaman, kalo tetap memendam

      Hapus
  4. Menurutku, mungkin si cowo punya feeling sama orang lain juga?

    Nyatain juga perasaanmu kalau kamu gak suka digantung. Dan gak ada orang yang suka digantung

    BalasHapus
  5. cewek gak harus gengsi kalau mau nyapa duluan. bisa dibilang perlahan bakalan menyakiti hati sendiri kalo masih mengandalkan gengsi. apalagi kalo tiba-tiba yang disukai pergi sama cewek lain

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saran yang bagus tuh. Tapi tetep aja masih mikir "kok gue mulu yang berjuang?"

      Hapus
  6. Mbeh, aku sering mulai chat duluan, tapi akhirnya tetep aja di kacangin :( :v

    BalasHapus
  7. Di paragraf pertama, gue merasa lagi di marahin pak Dosen huhu

    BalasHapus
  8. Hi , salam kenal ya , saya mau nanya nih menurut pendapat anda tipe-tipe cewek itu apa saja ? Dan menurut anda cowok cool itu apa ???

    BalasHapus

Posting Komentar

terima kasih sudah berkomentar untuk mengembangkan blog ini menjadi lebih baik. let's be mutual! :)

Postingan Favorit

Setelah Mendongeng Pkn-_- (Part 2)

Gue minta duit maaf, soalnya gue gak nge-post pas di hari senin postingan kemarin-__- Setelah postingan yang terakhir itu, besoknya emang presentasi. Tapi ada urutan tersendirinya. Kelompok gue dapet urutan ke-empat. Lumayanlah. Karena, saat itu, banyaaaakkk banget kejadian yang gak terduga.  1. Dayu gak bawa laptop. Padahal di laptopnya dia, ada lagu latar yang udah kita siapin. Alhasil semua anggota marah sama dia. Untungnya, dia bawa flashdisk :) 2. Ternyata oh ternyata, flashdisk-nya Mamih Dayu ini kena virus! Jadi mau flashdisk ini dimasukin ke laptop manapun, hasilnya  tetep NIHIL. 3. Salah satu wayang kita HILANG. Gue cukup pasrah dengan kejadian flashdisk itu. Mungkin kelompok kita ditakdirkan untuk tidak memakai suara latar. Gue pun itung lagi semua wayangnya. Ternyata oh ternyata lagi, wayang kita menghilang satu. Dan itu adalah wayang si Pak Radjiman Wedyodiningrat.

Aku Akan Di Belakangmu Meski Tak Selamanya~

 Mataku terbelalak kaget dengan perasaan senang mendapati selebaran daftar lomba bahasa indonesia yang terpajang di mading sekolah. Keren ! Coba kalau aku bisa ikut..  "Mau ikut? Ikut aja kali, Fir. Kalau kusaranin nih yaa.. Mending ikut lomba baca puisi aja. Kamu kan bagus kalo baca puisi, siapa tau bisa menang..," saran Rima yang ada di sampingku.   "Emang kamu ikut?" hmm... Pertanyaan yang aku sudah tau jawabannya.  " Ikutlah... Tapi, aku pinjem puisimu ya... Nanti aku bacain pengarangnya deh.. Karya : Fira Putria... Hahahah..." aku tertawa mendengar cara bicaranya.  "Aku ikut kalau Vino ikut.." kataku akhirnya. Vino, orang yang sudah mengambil separuh hatiku selama 3 bulan.  "Yaah... Terserah deh... Kalau di pikir-pikir, emang dia bisa apa?" tanya Mira dengan nada merendahkan, lalu pergi ke kelas. 

Menjadi Sahabat yang Baik

Jadi apa yang muncul di pikiran lo saat mendengar kata 'sahabat' ?  Orang yang paling paling paliiingg deket sama lo?  Orang yang lebih dari sekedar teman? Atau, orang yang kalau dia pergi, lo berasa kehilangan salah satu organ terpenting lo? '-' Gue akan berhenti menerka-nerka. Karena gue tahu, pandangan tiap orang itu beda-beda. Jadi definisikan itu sendiri :3 Kalo menurut gue, sahabat itu: temen yang lebih dari sekedar temen biasa, berawal dari gak kenal > kenal > saling curhat > ejek-ejekan > saling lempar-lemparan upil :3 Eitts, tapi, apa menurut lo, orang yang lo anggap sahabat, juga menganggap lo sahabat? Oke, gue ganti pertanyaan. Apakah lo merasa, lo udah menjadi yang terbaik baginya? Manusia itu gak ada yang sempurna, gak perlu jadi sempurna untuk orang lain. Lo cuma perlu jadi yang terbaik sebisa lo. Jadi, bagaimana cara menjadi sahabat yang terbaik baginya?