aku pernah tertawa sekencang-kencangnya,
untuk mensugesti diriku sendiri bahwa aku bahagia.
aku pernah semalaman menangis tersedu,
saat tak sengaja mengenang hilangmu.
aku pernah tinggal lama kemudian pergi,
karena itu lah yang kau ingin.
aku pernah merasa sakit dan senang pada satu waktu,
saat mendengar namaku keluar dari mulutmu.
aku pernah memercayai kata-kata darimu,
yang akhirnya tak pernah terwujud.
bodohnya, hingga sekarang aku masih menantikan itu.
aku selalu berkutat dengan kesalahan yang sama,
yaitu begitu terbuai akan perkataan semu orang-orang di sana.
padahal, belum kutemukan kebenarannya.
kesalahan terbesarku yang lain adalah tidak pernah jera.
untuk mensugesti diriku sendiri bahwa aku bahagia.
aku pernah semalaman menangis tersedu,
saat tak sengaja mengenang hilangmu.
aku pernah tinggal lama kemudian pergi,
karena itu lah yang kau ingin.
aku pernah merasa sakit dan senang pada satu waktu,
saat mendengar namaku keluar dari mulutmu.
aku pernah memercayai kata-kata darimu,
yang akhirnya tak pernah terwujud.
bodohnya, hingga sekarang aku masih menantikan itu.
aku selalu berkutat dengan kesalahan yang sama,
yaitu begitu terbuai akan perkataan semu orang-orang di sana.
padahal, belum kutemukan kebenarannya.
kesalahan terbesarku yang lain adalah tidak pernah jera.
terkadang saat larut malam,
aku selalu bertanya-tanya,
"apakah hari ini aku benar-benar bahagia?"
Komentar
Posting Komentar
terima kasih sudah berkomentar untuk mengembangkan blog ini menjadi lebih baik. let's be mutual! :)