Langsung ke konten utama

Dari Aku Untuk Aku di Masa Depan

Teruntuk kamu yang selalu keras kepala,
Lima tahun atau bahkan sepuluh tahun lagi, mungkin kamu udah nggak tinggal di rumah ini. Bisa jadi, kamu merantau ke negeri orang. Baik untuk menuntut ilmu yang lebih tinggi atau mencoba peruntungan karir di sana. Dan segala kemungkinan takdir yang akan datang kepadamu nantinya. Ada yang ingin kusampaikan dari aku yang sudah lama mengenalmu.
Yang pertama dan paling utama, you’re worth it! Jangan pernah minder. Kamu pernah menjadi orang paling pasif di kelas hanya karena kamu merasa mereka memiliki kemampuan komunikasi yang jauh lebih baik dari dirimu. Tapi, kamu selalu punya cara kreatif untuk mengembangkan potensi yang selama ini kamu pendam. Udah deh, jangan ngelak!
Orang-orang tahunya kamu pendiam, padahal kamu banyak bicara. Mereka mungkin mengira kamu bodoh dalam akademik, padahal ide-idemu cemerlang. Kamu suka kerajinan tangan. Semua kado-kado yang kamu berikan pada teman-temanmu adalah hasil karya tanganmu.  Kamu adalah orang paling kreatif. Kembangkan itu! Jangan selalu merasa kecil di hadapan orang lain. Sudah paham? 
Jangan terlalu banyak alasan. Kamu itu pekerja keras. Suka cari info kerja harian, tapi ujung-ujungnya nggak jadi karena nggak ada waktu lah, belum bikin tugas lah, takut keteteran lah. Padahal, kamu bisa lho, ngerjain semuanya kalau nggak main Instagram melulu. Suatu saat jika kamu memang benar-benar membutuhkan pekerjaan, buka kembali akun Glints kamu dan temukan pekerjaan yang memang sesuai dengan potensimu. Udah banyak ada kemudahan yang diberikan Glints. Semoga kamu nggak berlindung di balik alasan-alasan klise lagi ya.
Yang terakhir, cintai dirimu terlebih dahulu sebelum orang lain. Mungkin kebahagiaanmu adalah jika melihat orang lain bahagia. Dari dulu kamu memang lebih suka memberi daripada diberi. Ada orang susah, kamu nggak tega kalau nggak bantu. Tapi, segala sesuatu yang berlebihan pasti nggak baik. Kamu boleh nolong orang lain, namun jangan lupa kalau dirimu sendiri pun butuh bahagia.
Jika merasa tidak mampu, harus berani katakan tidak. Nggak semua hal bisa kamu iyakan meski pada kenyataannya kamu bisa. Semua harus ada batasannya. Jika sekiranya ada hal yang sulit kamu selesaikan, jangan segan meminta bantuan. Orang lain nggak akan terbebani hanya karena membantumu sekali dua kali. Toh, kamu selalu ada buat mereka.
Semua yang terjadi di masa lalu, jangan kamu sesali. Semua sudah berlalu seperti halnya waktu. Kamu tidak bisa menghindar, pun mengulang. Anggap saja sebagai pelajaran. Tidak semua adalah salahmu. Buat apa bersedih untuk hal yang fana? Hadapi nyatamu dengan suka cita. Bergembiralah senantiasa dengan handai taulan yang kamu anggap tepat. Sesekali, traktirlah dirimu sendiri ke tempat makan mewah, atau belanja fashion terbaru yang ada. Kamu sudah cukup dewasa untuk mengerti makna hidup. 
Lagi satu, kamu mahal. Jangan pernah merasa rendah. Busungkan dadamu dan tataplah masa depan. Rangkai semua keinginanmu menjadi satu kesatuan yang utuh, sehingga kamu tak lagi tersesat. Banyak yang akan kamu lewati. Masalah datang dan pergi, kamu harus selalu kuat. Tetaplah membumi jika suatu saat nanti kamu mencapai puncak. 
Sepuluh tahun, atau bahkan dua puluh tahun lagi. Baik berkeluarga ataupun tidak. Memiliki gaji yang lebih, atau hanya sekadar cukup. Dan bagaimana takdir akan membawamu. Lakukan segala hal yang memang baik untukmu, juga sekitarmu. Apapun itu, kamu harus tetap bahagia!


Dari aku di masa kini,
Siska Olie.

Komentar

Postingan Favorit

Setelah Mendongeng Pkn-_- (Part 2)

Gue minta duit maaf, soalnya gue gak nge-post pas di hari senin postingan kemarin-__- Setelah postingan yang terakhir itu, besoknya emang presentasi. Tapi ada urutan tersendirinya. Kelompok gue dapet urutan ke-empat. Lumayanlah. Karena, saat itu, banyaaaakkk banget kejadian yang gak terduga.  1. Dayu gak bawa laptop. Padahal di laptopnya dia, ada lagu latar yang udah kita siapin. Alhasil semua anggota marah sama dia. Untungnya, dia bawa flashdisk :) 2. Ternyata oh ternyata, flashdisk-nya Mamih Dayu ini kena virus! Jadi mau flashdisk ini dimasukin ke laptop manapun, hasilnya  tetep NIHIL. 3. Salah satu wayang kita HILANG. Gue cukup pasrah dengan kejadian flashdisk itu. Mungkin kelompok kita ditakdirkan untuk tidak memakai suara latar. Gue pun itung lagi semua wayangnya. Ternyata oh ternyata lagi, wayang kita menghilang satu. Dan itu adalah wayang si Pak Radjiman Wedyodiningrat.

Aku Akan Di Belakangmu Meski Tak Selamanya~

 Mataku terbelalak kaget dengan perasaan senang mendapati selebaran daftar lomba bahasa indonesia yang terpajang di mading sekolah. Keren ! Coba kalau aku bisa ikut..  "Mau ikut? Ikut aja kali, Fir. Kalau kusaranin nih yaa.. Mending ikut lomba baca puisi aja. Kamu kan bagus kalo baca puisi, siapa tau bisa menang..," saran Rima yang ada di sampingku.   "Emang kamu ikut?" hmm... Pertanyaan yang aku sudah tau jawabannya.  " Ikutlah... Tapi, aku pinjem puisimu ya... Nanti aku bacain pengarangnya deh.. Karya : Fira Putria... Hahahah..." aku tertawa mendengar cara bicaranya.  "Aku ikut kalau Vino ikut.." kataku akhirnya. Vino, orang yang sudah mengambil separuh hatiku selama 3 bulan.  "Yaah... Terserah deh... Kalau di pikir-pikir, emang dia bisa apa?" tanya Mira dengan nada merendahkan, lalu pergi ke kelas. 

Menjadi Sahabat yang Baik

Jadi apa yang muncul di pikiran lo saat mendengar kata 'sahabat' ?  Orang yang paling paling paliiingg deket sama lo?  Orang yang lebih dari sekedar teman? Atau, orang yang kalau dia pergi, lo berasa kehilangan salah satu organ terpenting lo? '-' Gue akan berhenti menerka-nerka. Karena gue tahu, pandangan tiap orang itu beda-beda. Jadi definisikan itu sendiri :3 Kalo menurut gue, sahabat itu: temen yang lebih dari sekedar temen biasa, berawal dari gak kenal > kenal > saling curhat > ejek-ejekan > saling lempar-lemparan upil :3 Eitts, tapi, apa menurut lo, orang yang lo anggap sahabat, juga menganggap lo sahabat? Oke, gue ganti pertanyaan. Apakah lo merasa, lo udah menjadi yang terbaik baginya? Manusia itu gak ada yang sempurna, gak perlu jadi sempurna untuk orang lain. Lo cuma perlu jadi yang terbaik sebisa lo. Jadi, bagaimana cara menjadi sahabat yang terbaik baginya?