Langsung ke konten utama

kamu nggak bakal bisa jadi diri sendiri


Kamu nggak bakal bisa.
Nggak bisa.
Apalagi kalau masih punya teman
   dan pacar, mungkin?

"anjing, gue lupa bawa buku!" katamu gusar sesampainya di kelas.
"anak perempuan kok ngomongnya begitu..." ujar temanmu lirih.
kamu jadi tak enak hati.

Suatu kali kamu menonton konser band kesayanganmu bersama kekasih kesayanganmu.
Kurang lebih sejam kalian menonton mereka, kalian puas.
Hendak pulang, kekasihmu malah mengajakmu menonton penyanyi selanjutnya;
penyanyi yang sebenarnya tidak kamu ketahui, pernah dengar lagunya saja tidak.
Tapi... Kamu tak bisa menolak. kemudian temanmu berdansa mengikuti irama lagu yang mendayu-dayu, sedangkan kamu hanya mengangguk-anggukkan kepala berpura-pura menikmati.
"Ya ampun, yank... lihat deh, dia keren banget kan? Sampai mau nangis dengernya..."
"Eh? He-eh," jawabmu.
                     
Kalian sedang reuni bersama teman-teman SMA dahulu. Di tengah-tengah perbincangan, kamu mengeluarkan sebatang rokok dan pemantik api yang baru saja kamu beli di warung dalam perjalanan kemari. Sontak, tatapan-tatapan aneh menghujammu begitu keras seolah-olah kamu adalah sosok asing bagi mereka.
"Lo ngerokok sekarang?"
"Wah gila banget sih lo sekarang. Udah lama nggak ketemu jadi beda banget."
"Inget mba, lo itu cewek. Harus pinter-pinter jaga image sebagai wanita baik-baik."
"Jangan-jangan, sekarang lo malah tatoan ya?" semua menyelidik seraya begidik.
Mereka melihatmu sebagai seorang penjahat.
Dalam hati kamu ingin marah. Namun, malah berakhir merutuki diri sendiri. "Salah gue. Iya, salah gue kalau gue jadi apa yang gue mau."

Begitu banyak tuntutan dari dunia luar. 
Katanya, "be yourself".
Katanya lagi, "be the best version of you."
Tapi di saat kamu melakukan hal-hal yang kamu senangi, malah jadi terpojok karena itu diluar kebiasaan mereka.

Kemudian, harus apa?
Harus jadi apa?
Menjadi seorang malaikat dengan segala tutur kata yang lembut disertai akhlak mulia? Atau menjadi anak kecil polos yang mengikuti segala aturan tak tertulis agar dipandang sama dan diterima dalam kelompok kalian?

Andai semudah itu.

Tapi manusia memiliki sisi kacaunya tersendiri
yang mungkin tak dapat diterima oleh semua insan.

Masih ada satu pihak yang mempengaruhi pembentukanmu menjadi kamu yang benar-benar dirimu sendiri.
"Tadi pulang sama siapa tuh?" tanya Ibu.
"Biasa lah, Bu."
"Sama Joni lagi?"
Kamu mengangguk seraya menaruh jaket di gagang pintu kamarmu.
"Memangnya kamu belum punya pacar? Kamu keluar sama dia mulu. Sekali-kali keluar lah dengan anak perempuan. Main sama laki-laki terus, apa kata tetangga nanti?" cerca Ibu tak berkesudahan.
"BU." Kamu tampaknya sudah habis kesabaran. "Aku sama Joni kan sudah berteman dari lama. Kenapa sih, selalu mikir yang aneh-aneh? Jodoh sudah Tuhan yang atur, Bu. Kenapa Ibu harus membatasi pertemananku? Takut aku dikira homoseksual? Kalau pun iya, lalu bagaimana?"

----------

hanya sebuah opini. 


Siska Olie.

Komentar

Postingan Favorit

Maret, Bulan Penuh Ujian

Selamat tanggal satu bulan ketiga, semuanya! Selamat ulang tahun bagi penyandang zodiak pisces dan aries! Hm. Kalo blogger yang lain memulai postingan pertama 2015 di bulan januari lalu, berbeda dengan gue, yang melahirkan postingan pertama di tahun kambing pada hari ini. Bukannya tanpa alasan hamba jadi jarang ngeblog. Namun apa mau dikata, hamba sedang diperbudak oleh soal-soal yang memang tak pernah berperikemanusiaan ini. Huv. Bentar lagi gue mau UN, jadi ya mau nggak mau harus berjuang biar rok biru ini bisa diganti dengan rok abu-abu!

Fenomena Doppelganger - Kembaran yang Misterius

  Apakah kita memiliki kembaran di dunia ini ? Apakah kita dapat berada di dua tempat pada saat yang sama ? Dalam sejarah, ada banyak catatan mengenai orang-orang yang mengaku berjumpa dengan bayangan dirinya sendiri. Fenomena ini sering disebut dengan istilah doppelganger. Doppelganger berasal dari kata Jerman yang berarti "Double Walker". Istilah ini digunakan untuk merujuk kepada bayangan diri yang dipercaya menyertai setiap manusia di bumi ini. Fenomena ini berbeda dengan penampakan hantu. Jika penampakan hantu berarti seseorang melihat citra orang yang telah meninggal, maka fenomena doppelganger berarti melihat bayangan seseorang yang masih hidup. Dalam banyak kasus, Doppelganger dipercaya sebagai tanda-tanda kematian. Konon Ratu Elizabeth I berjumpa dengan bayangan dirinya sendiri sebelum meninggal. Entah kapan fenomena ini pertama kali muncul. Namun pada tahun 1691, ditemukan catatan mengenai Doppelganger yang ditulis oleh Robert Kirk yang menulis bahwa fenomena ini t...

9 Hal Memalukan Yang Gak Ingin Terulang Lagi Seumur Hidupmu

Setiap orang pasti pernah melakukan hal yang memalukan. Termasuk gue, lo, dan dia. Gue udah ngerangkum 9 hal memalukan yang pernah orang-orang lakukan. Dan yang pastinya lo gak mau ini terulang lagi. Yuk di lihat ke bawah! 1. Ngelucu Tapi Gak Lucu Saat lo cerita panjang lebar, dan berusaha untuk menyuguhkan suatu lelucon pada teman-teman lo, ternyata lelucon lo itu... GARING! Pasti pernah kan? Duh, berharap banget deh ini gak terulang lagi!