Langsung ke konten utama

kultusan


     "Lagu ini saya tulis untuk ngingetin saya sama hal yang paling menyebalkan di seluruh dunia.
Bahwa orang yang kita puja... selingkuh." ujar Sal Priadi untuk membuka videonya.

     Asap rokoknya masih mengudara.
     Sal Priadi berbicara di depan kamera dengan suara berat yang khas.
     Pandangan matanya tak fokus, namun terlihat tulus bagi saya.
     Selingkuh, kata Sal.
     Wah, ini cerita aku banget dong? pikirku pada Desember 2018. 
     Beberapa hari menjelang Natal.

     Sal mengambil napas sejenak.
     "Tapi yang menjengkelkan adalah kalau kita terus-terusan maafin dia apapun yang terjadi
Walaupun rasanya sakit… tapi nggak tahu kenapa kita selalu ada tempat untuk maafin dia..."
     Sal hendak menghisap rokoknya.

     ".... dan itu menyebalkan."
     Sal benar-benar menghisap rokoknya setelah itu.

     Ia dengan gitarnya, duduk pada sebuah kursi di dalam studio musik.

     Dengan kamera yang siap merekam kapan pun.
     Mungkin juga bersama seorang kameramen yang sedia dengan ikhlas membantunya.

     Sal Priadi mulai bernyanyi.

     Kemudian aku mulai jatuh cinta.
     Liriknya membuatku hanyut.
     Jauh dari pada harus berpikir, "ini lagu aku banget!"
     Aku beruntung menemukan Sal Priadi dan karyanya yang begitu luar biasa!
     Diselingkuhi tak pernah se-mengasikkan ini.

     Sebelum lagu berakhir, Sal Priadi kembali bernarasi.
     "Di dalam lagu ini juga ada jawaban kenapa kita bisa maafin mereka. Ditulis di situ 'mungkin dikultuskan dalam perjamuan bulir darahku’.
     Jadi bayangin kalau di dalam badan kalian, tiap-tiap bulirnya, udah sepakat untuk memuja satu nama dan nama itu adalah nama dia."

     Di detik ini suara tinggi Sal Priadi menjadi latar.

    "Jadi sekeras apapun kita disakiti, sekeras itu juga semua yang ada di dalam kita menyepakati untuk memaafkan dia."

      Baik, Sal Priadi benar.
      Setiap kata-kata yang ia ucap, layaknya sebuah sabda yang akan selalu aku amini.
      Aku penasaran, pengalaman buruk seperti apa yang telah ia lewati?
      Diselingkuhi yang bagaimana?
      Apakah lebih buruk dari yang kualami?
      Mungkin, Sal Priadi adalah seorang penderita yang paling melarat dulunya.

     "Oya satu lagi, lagu ini paling enak dinikmati dengan luka dan anggur."
Semoga Sal Priadi selalu sehat ya

------

Kultusan berasal dari kata kultus yang dalam KBBI berarti penghormatan secara berlebihan pada seseorang.

Komentar

Posting Komentar

terima kasih sudah berkomentar untuk mengembangkan blog ini menjadi lebih baik. let's be mutual! :)

Postingan Favorit

Setelah Mendongeng Pkn-_- (Part 2)

Gue minta duit maaf, soalnya gue gak nge-post pas di hari senin postingan kemarin-__- Setelah postingan yang terakhir itu, besoknya emang presentasi. Tapi ada urutan tersendirinya. Kelompok gue dapet urutan ke-empat. Lumayanlah. Karena, saat itu, banyaaaakkk banget kejadian yang gak terduga.  1. Dayu gak bawa laptop. Padahal di laptopnya dia, ada lagu latar yang udah kita siapin. Alhasil semua anggota marah sama dia. Untungnya, dia bawa flashdisk :) 2. Ternyata oh ternyata, flashdisk-nya Mamih Dayu ini kena virus! Jadi mau flashdisk ini dimasukin ke laptop manapun, hasilnya  tetep NIHIL. 3. Salah satu wayang kita HILANG. Gue cukup pasrah dengan kejadian flashdisk itu. Mungkin kelompok kita ditakdirkan untuk tidak memakai suara latar. Gue pun itung lagi semua wayangnya. Ternyata oh ternyata lagi, wayang kita menghilang satu. Dan itu adalah wayang si Pak Radjiman Wedyodiningrat.

Aku Akan Di Belakangmu Meski Tak Selamanya~

 Mataku terbelalak kaget dengan perasaan senang mendapati selebaran daftar lomba bahasa indonesia yang terpajang di mading sekolah. Keren ! Coba kalau aku bisa ikut..  "Mau ikut? Ikut aja kali, Fir. Kalau kusaranin nih yaa.. Mending ikut lomba baca puisi aja. Kamu kan bagus kalo baca puisi, siapa tau bisa menang..," saran Rima yang ada di sampingku.   "Emang kamu ikut?" hmm... Pertanyaan yang aku sudah tau jawabannya.  " Ikutlah... Tapi, aku pinjem puisimu ya... Nanti aku bacain pengarangnya deh.. Karya : Fira Putria... Hahahah..." aku tertawa mendengar cara bicaranya.  "Aku ikut kalau Vino ikut.." kataku akhirnya. Vino, orang yang sudah mengambil separuh hatiku selama 3 bulan.  "Yaah... Terserah deh... Kalau di pikir-pikir, emang dia bisa apa?" tanya Mira dengan nada merendahkan, lalu pergi ke kelas. 

Menjadi Sahabat yang Baik

Jadi apa yang muncul di pikiran lo saat mendengar kata 'sahabat' ?  Orang yang paling paling paliiingg deket sama lo?  Orang yang lebih dari sekedar teman? Atau, orang yang kalau dia pergi, lo berasa kehilangan salah satu organ terpenting lo? '-' Gue akan berhenti menerka-nerka. Karena gue tahu, pandangan tiap orang itu beda-beda. Jadi definisikan itu sendiri :3 Kalo menurut gue, sahabat itu: temen yang lebih dari sekedar temen biasa, berawal dari gak kenal > kenal > saling curhat > ejek-ejekan > saling lempar-lemparan upil :3 Eitts, tapi, apa menurut lo, orang yang lo anggap sahabat, juga menganggap lo sahabat? Oke, gue ganti pertanyaan. Apakah lo merasa, lo udah menjadi yang terbaik baginya? Manusia itu gak ada yang sempurna, gak perlu jadi sempurna untuk orang lain. Lo cuma perlu jadi yang terbaik sebisa lo. Jadi, bagaimana cara menjadi sahabat yang terbaik baginya?