Langsung ke konten utama

Dimana, Dunia Berbohong

Aku hanya seorang gadis biasa. Gadis yang tak memiliki seseorang pun yang dipercaya. Meski aku memilikimu, aku tak pernah percaya padamu. Aku gadis yang sangat mudah untuk kau bohongi, bukan? Pernahkah kau mengihitung, seberapa banyak kau membohongiku? Pertanyaan yang kulontarkan tentang gadis-gadis disekitarmu. Bisakah kau berkata jujur padaku, sekali saja? Gadis yang kau sebut hanya teman itu, sangat berani memanggilmu dengan kata “sayang”, ya. Bahkan dia berani mendekatimu saat kita sedang kencan bersama. Aku jadi ragu, mungkin dia ingin menunjukkan kecantikkannya padaku. Lalu, bagaimana dengan gadis-gadis lainnya yang sering mengirimkan sms padamu, saat aku tak ada? Apa mereka temanmu juga?
Kau sedang mempermainkanku, ya? Aku ini mainan yang menyenangkan, bukan? Jadi, seberapa banyak kau mengatakan “Aku mencintaimu”, aku tak akan pernah percaya. Lalu, apalagi dengan kalimat “Kau cantik” itu? Aku ini sangat jelek. Jadi di mata sok hebat itu, aku ini cantik, ya? Itu lelucon terlucu yang pernah kau lontarkan padaku. Aku selalu berpikir bahwa aku ini jelek. Bagaimana bisa kau mengatakan aku cantik?


Aku tidak hebat. Aku tidak populer. Aku tak punya seseorang yang tulus mencintaiku. Setiap saat kau menyuruhku untuk menjadi seorang yang populer. Memang aku siapa? Aku punya apa? Aku tak punya apa apa untuk ditunjukan. Aku tak punya sesuatu yang berharga selain kerja kerasku selama ini. Peluh peluh yang mengalir di pelipisku, yang kalian anggap seperti sampah, ini sangat berharga. Lebih berharga daripada emas. Meski gadis-gadis itu sangat cantik, bisakah mereka menghargai orang lain?
Aku ini lemah soal cinta. Aku sangat tak ingin kehilanganmu. Namun disisi lain, aku juga tak bisa mempertahankanmu. Aku selalu diam, saat kau menceritakan gadis-gadis di luar sana. Kau tak bisa menempatkan posisiku diantara mereka. Aku akan terlihat asing. 

Aku tidak memiliki senyuman yang manis. Aku tak memiliki tubuh yang tinggi semampai. Kulitku tak sehalus mereka. Bisakah kau tidak berbohong tentang wajahku? Kau boleh berbohong tentang perasaan, tapi tidak untuk wajahku. Aku ini gadis yang jelek. Gadis yang selalu menundukkan kepala saat berjalan. Gadis yang sama sekali tak pernah memakai pakaian yang modis. Gadis yang bahkan tak pernah memakai sepatu hak tinggi sekalipun. Jadi, mengapa kau masih bertahan denganku? 
Entahlah. Kadang, aku berpikir aku ingin merasakan rasanya menjadi populer. Atau mungkin tidak sama sekali. Aku hanya butuh ketulusan. 

Aku tak mengerti diriku. Hidup di dunia yang penuh kebohongan denganmu, aku sangat bahagia. Kau, yang telah memberikan dunia ini. Aku sangat berterimakasih. Meski, aku yakin aku bukanlah satu-satunya yang kau cintai. Tapi permainan ini sangat menghiburku. Aku merasa, aku memang jelek dan tidak pantas berada di duniamu. Aku ini gadis yang tidak tahu diri. Gadis yang selalu berpura-pura kuat di hadapanmu. Kau mungkin menganggapku sangat lemah. Aku akan menguatkan diriku sendiri. Karena aku sudah mencintaimu. Aku hanyalah satu dari sekian gadis yang mungkin tak dianggap. 
Rasanya, lebih baik menjadi "produk sisa", dibanding harus hidup dalam kebohongan yang menyedihkan.


Komentar

Postingan Favorit

Maret, Bulan Penuh Ujian

Selamat tanggal satu bulan ketiga, semuanya! Selamat ulang tahun bagi penyandang zodiak pisces dan aries! Hm. Kalo blogger yang lain memulai postingan pertama 2015 di bulan januari lalu, berbeda dengan gue, yang melahirkan postingan pertama di tahun kambing pada hari ini. Bukannya tanpa alasan hamba jadi jarang ngeblog. Namun apa mau dikata, hamba sedang diperbudak oleh soal-soal yang memang tak pernah berperikemanusiaan ini. Huv. Bentar lagi gue mau UN, jadi ya mau nggak mau harus berjuang biar rok biru ini bisa diganti dengan rok abu-abu!

Fenomena Doppelganger - Kembaran yang Misterius

  Apakah kita memiliki kembaran di dunia ini ? Apakah kita dapat berada di dua tempat pada saat yang sama ? Dalam sejarah, ada banyak catatan mengenai orang-orang yang mengaku berjumpa dengan bayangan dirinya sendiri. Fenomena ini sering disebut dengan istilah doppelganger. Doppelganger berasal dari kata Jerman yang berarti "Double Walker". Istilah ini digunakan untuk merujuk kepada bayangan diri yang dipercaya menyertai setiap manusia di bumi ini. Fenomena ini berbeda dengan penampakan hantu. Jika penampakan hantu berarti seseorang melihat citra orang yang telah meninggal, maka fenomena doppelganger berarti melihat bayangan seseorang yang masih hidup. Dalam banyak kasus, Doppelganger dipercaya sebagai tanda-tanda kematian. Konon Ratu Elizabeth I berjumpa dengan bayangan dirinya sendiri sebelum meninggal. Entah kapan fenomena ini pertama kali muncul. Namun pada tahun 1691, ditemukan catatan mengenai Doppelganger yang ditulis oleh Robert Kirk yang menulis bahwa fenomena ini t...

9 Hal Memalukan Yang Gak Ingin Terulang Lagi Seumur Hidupmu

Setiap orang pasti pernah melakukan hal yang memalukan. Termasuk gue, lo, dan dia. Gue udah ngerangkum 9 hal memalukan yang pernah orang-orang lakukan. Dan yang pastinya lo gak mau ini terulang lagi. Yuk di lihat ke bawah! 1. Ngelucu Tapi Gak Lucu Saat lo cerita panjang lebar, dan berusaha untuk menyuguhkan suatu lelucon pada teman-teman lo, ternyata lelucon lo itu... GARING! Pasti pernah kan? Duh, berharap banget deh ini gak terulang lagi!