Langsung ke konten utama

Rasa Suka yang Telah Berubah

Rasa suka datang tanpa kita sadari. 
Rasa suka datang semaunya, dimana saja, kapan saja, dalam kondisi apapun.
Kadang rasa suka datang di saat yang tidak tepat. Sampai rasa itu berubah menjadi lebih besar dari sebelumnya. 
Sayang. Tanpa terasa, berubah menjadi rasa sayang. Orang-orang mengatakan "Aku sayang kamu" dengan kamuflase kalimat yang berbeda-beda. Contohnya:


"Morning ya..."
"Kamu mau pergi? Hati-hati di jalan ya.."
"Aku pinjemin PR-ku ya? Aku udah selesai kok.."
"Kamu cantik.."
"Apa kabar kamu hari ini?"
"Mau nonton film gak?"
"Kamu laper? Makan yuk.. Kebetulan aku juga laper.."
"Jalan-jalan yuk.. Aku bosen nih.."
"Kamu sakit? Aku ke rumahmu ya? Mau dibawain apa?"
"Good night ya.. Have a nice dream :)"

Kamu tidak perlu mendengar kalimat "Aku sayang kamu" untuk mengetahui seseorang benar-benar memiliki rasa itu. Sebenarnya, orang lebih sering berbicara dari hati, tapi kamu jarang berpikir jauh kesana. Kamu terlalu sibuk dengan duniamu. Sampai kamu tak menyadari ada seseorang di sekitarmu yang sedang sibuk mengagumimu. 

Kamu harus peka dengan keadaan. Jangan mau kalah dengan tanaman putri malu. Dia aja peka, masa' kamu enggak? 
Ini buat kamu. Iya. Kamu, yang gak pernah peka. 
Rasa suka benar-benar bisa membuat orang menjadi kecanduan. Bahkan, aku lebih memilih menyukaimu daripada mengonsumsi narkoba.
Oke, aku sudah benar-benar kecanduan. 

Komentar

  1. Terkadang rasa suka berlebihan hanya akan menimbulkan luka yang dalam~~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setidaknya sudah tau bagaimana rasanya menyukai seseorang :/

      Hapus
  2. intinya harus peka ya!. semoga si dia lg baca dan mendadak peka. hehe
    ingat Film Refrain pernah bilang: "Terkadang, kita harus menunggu lama untuk orang yang kita sayang".

    salam kenal, salam blogger:)

    BalasHapus
  3. "Rasa suka yang timbul tidak diwaktu yang tepat" ini kata-kata waduh...

    BalasHapus
  4. Berat berat. Tapi memang sering begitu.
    Salam kenal.

    BalasHapus
  5. kan kalo ngajak orang jalan-jalan itu brarti kita sayang sama orang itu. Nah, kalo orng yg kita ajak jalan-jalan itu nggk mau gimana dong? #sokngenes

    BalasHapus

Posting Komentar

terima kasih sudah berkomentar untuk mengembangkan blog ini menjadi lebih baik. let's be mutual! :)

Postingan Favorit

Setelah Mendongeng Pkn-_- (Part 2)

Gue minta duit maaf, soalnya gue gak nge-post pas di hari senin postingan kemarin-__- Setelah postingan yang terakhir itu, besoknya emang presentasi. Tapi ada urutan tersendirinya. Kelompok gue dapet urutan ke-empat. Lumayanlah. Karena, saat itu, banyaaaakkk banget kejadian yang gak terduga.  1. Dayu gak bawa laptop. Padahal di laptopnya dia, ada lagu latar yang udah kita siapin. Alhasil semua anggota marah sama dia. Untungnya, dia bawa flashdisk :) 2. Ternyata oh ternyata, flashdisk-nya Mamih Dayu ini kena virus! Jadi mau flashdisk ini dimasukin ke laptop manapun, hasilnya  tetep NIHIL. 3. Salah satu wayang kita HILANG. Gue cukup pasrah dengan kejadian flashdisk itu. Mungkin kelompok kita ditakdirkan untuk tidak memakai suara latar. Gue pun itung lagi semua wayangnya. Ternyata oh ternyata lagi, wayang kita menghilang satu. Dan itu adalah wayang si Pak Radjiman Wedyodiningrat.

Aku Akan Di Belakangmu Meski Tak Selamanya~

 Mataku terbelalak kaget dengan perasaan senang mendapati selebaran daftar lomba bahasa indonesia yang terpajang di mading sekolah. Keren ! Coba kalau aku bisa ikut..  "Mau ikut? Ikut aja kali, Fir. Kalau kusaranin nih yaa.. Mending ikut lomba baca puisi aja. Kamu kan bagus kalo baca puisi, siapa tau bisa menang..," saran Rima yang ada di sampingku.   "Emang kamu ikut?" hmm... Pertanyaan yang aku sudah tau jawabannya.  " Ikutlah... Tapi, aku pinjem puisimu ya... Nanti aku bacain pengarangnya deh.. Karya : Fira Putria... Hahahah..." aku tertawa mendengar cara bicaranya.  "Aku ikut kalau Vino ikut.." kataku akhirnya. Vino, orang yang sudah mengambil separuh hatiku selama 3 bulan.  "Yaah... Terserah deh... Kalau di pikir-pikir, emang dia bisa apa?" tanya Mira dengan nada merendahkan, lalu pergi ke kelas. 

Menjadi Sahabat yang Baik

Jadi apa yang muncul di pikiran lo saat mendengar kata 'sahabat' ?  Orang yang paling paling paliiingg deket sama lo?  Orang yang lebih dari sekedar teman? Atau, orang yang kalau dia pergi, lo berasa kehilangan salah satu organ terpenting lo? '-' Gue akan berhenti menerka-nerka. Karena gue tahu, pandangan tiap orang itu beda-beda. Jadi definisikan itu sendiri :3 Kalo menurut gue, sahabat itu: temen yang lebih dari sekedar temen biasa, berawal dari gak kenal > kenal > saling curhat > ejek-ejekan > saling lempar-lemparan upil :3 Eitts, tapi, apa menurut lo, orang yang lo anggap sahabat, juga menganggap lo sahabat? Oke, gue ganti pertanyaan. Apakah lo merasa, lo udah menjadi yang terbaik baginya? Manusia itu gak ada yang sempurna, gak perlu jadi sempurna untuk orang lain. Lo cuma perlu jadi yang terbaik sebisa lo. Jadi, bagaimana cara menjadi sahabat yang terbaik baginya?