Langsung ke konten utama

Diary Sang Zombigaret: Aku Mematikanku

Sampai hari ini, aku masih ditemani dengan gulungan kertas berbentuk silinder dan didalamnya terdapat tembakau. Kuambil satu batang lagi dari kotaknya. Salah satu ujungnya kubakar dan kubiarkan membara agar asapnya dapat kuhirup melalui mulut kecilku pada ujung lainnya. Aku merasakan sensasinya. Biarpun aku tak punya uang, yang penting hisapan rokok ini menghilangkan semua kegusaran. Ternyata, teman-temanku benar. Rokok bisa menghilangkan stress. Sejak 2 tahun lalu aku mencobanya, kini rokok seperti kebutuhan sehari-hariku. Ibuku tak pernah tahu. Kalau dia tahu, dia akan membunuhku. Maka dari itu, aku melakukan ini secara diam-diam di kebun belakang rumahku.
Setelah rokok yang kuhisap tadi mulai habis, aku mengambil satu lagi. Habis lagi, ambil lagi. Begitu seterusnya sampai aku puas. Sayangnya, aku tak pernah merasa puas. Dan mungkin ini akan berhenti jika aku sudah mulai lelah dan tertidur.

Awalnya, aku mulai mencoba rokok karena desakan teman-temanku. Mereka bilang, aku akan terlihat lebih jantan jika menghisapnya. Saat kucoba, rasanya tak mengenakan. Nafasku tersengal-sengal. Baunya sangat tengik. Tapi mereka berkata, kalau aku belum terbiasa. Jika aku mencoba untuk kedua kalinya, rasanya akan lebih enak. Benar. Aku mencoba dan terus mencoba.
Sampai di suatu pagi, aku melihat ke cermin. Bibirku yang dulu berwarna merah sudah mulai menghitam. Kupikir, ini hanya efek sesaat. Tapi pada saat siang hari, tepatnya pulang sekolah. Aku merasakan rasa sakit di sekitar area mulut dan tenggorokkanku. Aku berlari menuju kamar mandi sekolah dan membuka mulut lebar-lebar. Tidak! Kulihat sariawan yang sudah lama kualami semakin melebar. Ditambah lagi beberapa benjolan di gusiku. Mengapa aku baru mengetahuinya? Sial! Hari ini, mengeluarkan satu kata pun rasanya sangat tersiksa. Seperti ada yang mencekatku dari dalam tenggorokkan. Ada apa aku sebenarnya?
Tak ada niatan lagi untuk membeli rokok. Uang jajanku juga sudah habis. Apakah aku harus memberitahu Ibu? Argggh!! Rasanya ingin mati saja! Panas matahari menyengat kulitku. Jarak yang hanya beberapa meter dari sekolah ke rumah, terasa seperti berpuluh-puluh kilometer jauhnya. Uhukk..! Uhukk..! Aku mulai batuk-batuk menghirup asap kendaraan yang mengepul di atas langit. Kemarin-kemarin aku memang batuk-batuk. Tapi kali ini rasanya dadaku sakit sekali. Sakit.. Sekali..

***

Dimana aku? Sebelumnya, bukankah aku ada di jalan? Apa ini di surga? Aku mulai sadar, ini rumah sakit.  Aku tak bisa bergerak sama sekali. Bahkan bernafas pun rasanya sangat susah. Aku mulai
bernafas menggunakan mulutku. Hahh.. Hahhh.. Hahh..
"Obii!! Kamu kenapa sih nak? Kenapa kamu bisa kayak gini?"
Ibuku datang memeluk tubuh kurusku. Ibu menangis, ia juga berkata bahwa aku terkena kanker mulut dan paru-paru. Ingin sekali aku mengatakan padanya bahwa aku menyesal. Belum Ibuku membunuhku, tapi aku sudah mulai membunuh diriku sendiri. Bodoh!
Aku melihat sekali lagi diriku di cermin. Tubuhku sangat kurus, lebih kurus dari biasanya. Bibirku juga lebih menghitam dari tadi pagi. Kulitku mengering. SIAPAKAH AKU SEKARANG??? Aku seperti ZOMBIE! Aku bukanlah aku yang dulu. Aku rindu aku yang dulu. Kemana aku yang dulu? Apakah ini semua karena rokok? 2 tahun aku berteman dengannya. Dan sekarang, inikah hasilnya? Kejantanan semu!
"Ibu sudah tahu, kamu sering menghisap rokok, nak.. Daridulu, Ibu selalu mengambil beberapa bungkus rokok yang ada di kantongmu, agar kamu tak terlalu banyak menghisapnya. Maafkan Ibu, nak.." kata Ibu dalam isaknya. Aku mulai menangis. Bahkan, aku tidak tahu kalau Ibu perlahan-lahan mulai menyelamatkanku dari barang laknat itu!
Bodoh! Aku tenggelam dalam kebodohanku sendiri. Aku membiarkan diriku terjerumus. Kini, aku tak tahu sampai kapan aku bertahan.
Untuk kalian, jangan pernah mencobanya. Sekali kalian mencoba, selamanya kalian akan terikat.


Tulisan ini diikut sertakan pada "Lomba Menulis Zombigaret"
Siska Olie

Komentar

  1. untung gak beneran dibunuh sama ibunya. Ibu memang pemaaf. :)

    BalasHapus
  2. Oh lomba ya.. Mudah-mudahan menang ya :))

    BalasHapus
  3. Ceritanya singkat tapi maknanya dalam. Keren. Semoga menang ya!
    http://imamabil.wordpress.com

    BalasHapus
  4. rokok itu bikin orang jadi Transformer, tp brubah jd Zombi..

    moga menang ya lombanya :)

    BalasHapus

Posting Komentar

terima kasih sudah berkomentar untuk mengembangkan blog ini menjadi lebih baik. let's be mutual! :)

Postingan Favorit

Setelah Mendongeng Pkn-_- (Part 2)

Gue minta duit maaf, soalnya gue gak nge-post pas di hari senin postingan kemarin-__- Setelah postingan yang terakhir itu, besoknya emang presentasi. Tapi ada urutan tersendirinya. Kelompok gue dapet urutan ke-empat. Lumayanlah. Karena, saat itu, banyaaaakkk banget kejadian yang gak terduga.  1. Dayu gak bawa laptop. Padahal di laptopnya dia, ada lagu latar yang udah kita siapin. Alhasil semua anggota marah sama dia. Untungnya, dia bawa flashdisk :) 2. Ternyata oh ternyata, flashdisk-nya Mamih Dayu ini kena virus! Jadi mau flashdisk ini dimasukin ke laptop manapun, hasilnya  tetep NIHIL. 3. Salah satu wayang kita HILANG. Gue cukup pasrah dengan kejadian flashdisk itu. Mungkin kelompok kita ditakdirkan untuk tidak memakai suara latar. Gue pun itung lagi semua wayangnya. Ternyata oh ternyata lagi, wayang kita menghilang satu. Dan itu adalah wayang si Pak Radjiman Wedyodiningrat.

Aku Akan Di Belakangmu Meski Tak Selamanya~

 Mataku terbelalak kaget dengan perasaan senang mendapati selebaran daftar lomba bahasa indonesia yang terpajang di mading sekolah. Keren ! Coba kalau aku bisa ikut..  "Mau ikut? Ikut aja kali, Fir. Kalau kusaranin nih yaa.. Mending ikut lomba baca puisi aja. Kamu kan bagus kalo baca puisi, siapa tau bisa menang..," saran Rima yang ada di sampingku.   "Emang kamu ikut?" hmm... Pertanyaan yang aku sudah tau jawabannya.  " Ikutlah... Tapi, aku pinjem puisimu ya... Nanti aku bacain pengarangnya deh.. Karya : Fira Putria... Hahahah..." aku tertawa mendengar cara bicaranya.  "Aku ikut kalau Vino ikut.." kataku akhirnya. Vino, orang yang sudah mengambil separuh hatiku selama 3 bulan.  "Yaah... Terserah deh... Kalau di pikir-pikir, emang dia bisa apa?" tanya Mira dengan nada merendahkan, lalu pergi ke kelas. 

Menjadi Sahabat yang Baik

Jadi apa yang muncul di pikiran lo saat mendengar kata 'sahabat' ?  Orang yang paling paling paliiingg deket sama lo?  Orang yang lebih dari sekedar teman? Atau, orang yang kalau dia pergi, lo berasa kehilangan salah satu organ terpenting lo? '-' Gue akan berhenti menerka-nerka. Karena gue tahu, pandangan tiap orang itu beda-beda. Jadi definisikan itu sendiri :3 Kalo menurut gue, sahabat itu: temen yang lebih dari sekedar temen biasa, berawal dari gak kenal > kenal > saling curhat > ejek-ejekan > saling lempar-lemparan upil :3 Eitts, tapi, apa menurut lo, orang yang lo anggap sahabat, juga menganggap lo sahabat? Oke, gue ganti pertanyaan. Apakah lo merasa, lo udah menjadi yang terbaik baginya? Manusia itu gak ada yang sempurna, gak perlu jadi sempurna untuk orang lain. Lo cuma perlu jadi yang terbaik sebisa lo. Jadi, bagaimana cara menjadi sahabat yang terbaik baginya?