Langsung ke konten utama

Alasan Friendzone Lebih Baik Daripada Pacaran

 
  Gue, baru-baru ini jadi secret admirer loh! Banyak banget suka dukanya. 
Suka:
~ Gue bisa menyukai seseorang /? '-'
~ Iya.
~ Itu aja kayaknya. :(
Duka:
~ Gue lebih banyak merasakan yang namanya 'nyesek mendadak'
~ Gue gak bisa nyapa dia :( kenapa? Gue g e n g s i. Kenapa? Dia m a n t a n gue. Sip.
~ Gue cuma bisa liat dia dari jauh. 
~ Kalau gak sengaja ketemu, cuma bisa diem-dieman :(
Sip. Itu dia beberapa menu yang gue dapatkan saat menjadi secret admirer. Iya, secret admirer itu cuma 2 macam:
1. Yang dari awal emang gak kenal
2. Yang udah jadi mantan, dan mungkin gak kembali
Beberapa hari lalu, gue sempat main ToD sama temen. Dan saat giliran gue, dia nanya, "Kalo Peto (nama samaran dia) ngajak balikan, lo mau gak?"
Spontan, gue jawab E N G G A K. Gue dari awal udah fixed gak mau balikan sama mantan. Kenapa? T r a u m a. Selain itu, ada alasan mendasar dalam diri gue. Gue merasa kalau jadi temen itu lebih baik dari pada pacaran. Atau menurut orang gaul jaman sekarang, ini disebut 'friendzone', dimana lo berharap lebih sama dia, tapi dia hanya menganggap lo cuma sebatas temen.*eh, gitu kan?* *duh, malu deh, kalo sampai salah ._.* But, it's no problem guys. Menurut gue, lebih baik lo memilih berada pada friendzone. Lebih baik lagi kalo lo udah memasuki adik-kakak-zone /?
Kenapa? Lo pernah ngerasa, kalo temen lo itu, entah yang beda atau sama jenis kelaminnya sama lo, lebih apa adanya. Hey, that's a good news! Berapa persen sih, lo yakin kalo pacar sejujur yang lo kira? Dia bisa aja bilang 'I love you' tiap hari. Tapi lo gak bisa memastikan dia bener-bener jujur kan? Kalau dia bohong gimana? Kalau dia punya selingkuhan gimana? *ini hasutan jomblo* *abaikan kalimat terakhir*
Gak cuma itu, friendzone itu lebih mulus. Mulus dalam artian, jarang ada konflik yang menerpa /? Coba hitung, berapa kali dalam sebulan, sepasang kekasih bertengkar? Apalagi kalau bertengkarnya di timeline twitter, kan jadi tontonan seru. Coba bandingkan dengan hubungan lo sama temen lo yang beda jenis kelamin (tapi lo gak ada rasa sama dia). Jarang kan? Gak ada malah. Paling yang ada, cuma konflik kecil. Misalnya, temen lo gak ngasi lo contekan atau lo ketagihan cabutin bulu ketiaknya..
Ini alasan yang gue buat sendiri, atas hati nurani yang paling murni. 
Pacaran bisa putus, tapi pertemanan sangat sedikit kemungkinan untuk 'putus'.
 Itu kata-kata yang selalu gue inget tiap ketemu Peto. Iya, sedih emang. Apalagi, gue sama Peto juga bukan temen. *malah curhat*
Meski pada akhirnya, friendzone berujung pada kata 'nyesek', tapi gak sedikit friendzone yang berujung pada kalimat "jadian yuk.." Cinta itu datang karena terbiasa. Dan gak ada yang gak mungkin, kalo lo mau berusaha. Intinya saat lo masuk dalam keadaan friendzone sama dia, lo harus tetep jadi yang terbaik buat dia. Entah itu endingnya 'nyesek' atau 'jadian yuk', setidaknya lo udah berusaha.
Beda lagi kalo lo dalam posisi 'dia' yang gue maksud. Siapa tau, salah satu temen lo ada yang nyimpen rasa sama elo. Ciyeee! *loh?* Makanya, PEKA dongg..:p
Inti dari postingan malam ini adalah..
Gue gak nyaranin elo masuk dalam hubungan 'friendzone'. Tapi kalo lo udah terlanjur, nikmatin aja. Semua itu bakal indah pada waktunya. Siapa tau, lo dapet gebetan baru yang bukan dia. Ciyee! 
Udah gitu aja. 


Siska Olie :3

Komentar

  1. Hay, izin blogwalking ya. Buka azizkerenbanget.blogspot.com. Isinya macem-macem, dari pengalaman pribadi gue, terus tips dan informasi yang benar, tapi di bawa dengan sudut pandang yang berbeda. Pokoke dijamin menghibur dah. Follow juga twitter gue, @sikampretttt.

    BalasHapus
  2. Aku mau mencela postingan ini laaaah

    "celaaaa"

    Oke terimakasih aku udah mencela. :)

    Soal friend zone,.. Hahaha, #jleb

    BalasHapus
  3. kadang aku suka bingung bedanya persahabatan cewek cowok sama friendzone?
    ya gimana orangnya juga sih, mungkin ada yang nyaman dengan ini, ada jg yg nyaman dgn berpacaran, dan ada juga yang lebih nyaman kalo udah nikah, haha *apasih*
    setiap orang punya alasan, dan orang lain pun punya alasan lain untuk itu :))

    BalasHapus
  4. Perbedaan adalah anugrah tapi bukan berarti perselisihan dan saling menjatuhkan, mengapa kita tidak saling melengkapi untuk mencapai suatu tujuan. Mari suatu saat kita berjuang bersama-
    sama di KABINET INDONESIA BERSATU. *ini bukan intinya*

    adik-kaka zone lebih baik :v

    BalasHapus

Posting Komentar

terima kasih sudah berkomentar untuk mengembangkan blog ini menjadi lebih baik. let's be mutual! :)

Postingan Favorit

Maret, Bulan Penuh Ujian

Selamat tanggal satu bulan ketiga, semuanya! Selamat ulang tahun bagi penyandang zodiak pisces dan aries! Hm. Kalo blogger yang lain memulai postingan pertama 2015 di bulan januari lalu, berbeda dengan gue, yang melahirkan postingan pertama di tahun kambing pada hari ini. Bukannya tanpa alasan hamba jadi jarang ngeblog. Namun apa mau dikata, hamba sedang diperbudak oleh soal-soal yang memang tak pernah berperikemanusiaan ini. Huv. Bentar lagi gue mau UN, jadi ya mau nggak mau harus berjuang biar rok biru ini bisa diganti dengan rok abu-abu!

Fenomena Doppelganger - Kembaran yang Misterius

  Apakah kita memiliki kembaran di dunia ini ? Apakah kita dapat berada di dua tempat pada saat yang sama ? Dalam sejarah, ada banyak catatan mengenai orang-orang yang mengaku berjumpa dengan bayangan dirinya sendiri. Fenomena ini sering disebut dengan istilah doppelganger. Doppelganger berasal dari kata Jerman yang berarti "Double Walker". Istilah ini digunakan untuk merujuk kepada bayangan diri yang dipercaya menyertai setiap manusia di bumi ini. Fenomena ini berbeda dengan penampakan hantu. Jika penampakan hantu berarti seseorang melihat citra orang yang telah meninggal, maka fenomena doppelganger berarti melihat bayangan seseorang yang masih hidup. Dalam banyak kasus, Doppelganger dipercaya sebagai tanda-tanda kematian. Konon Ratu Elizabeth I berjumpa dengan bayangan dirinya sendiri sebelum meninggal. Entah kapan fenomena ini pertama kali muncul. Namun pada tahun 1691, ditemukan catatan mengenai Doppelganger yang ditulis oleh Robert Kirk yang menulis bahwa fenomena ini t...

9 Hal Memalukan Yang Gak Ingin Terulang Lagi Seumur Hidupmu

Setiap orang pasti pernah melakukan hal yang memalukan. Termasuk gue, lo, dan dia. Gue udah ngerangkum 9 hal memalukan yang pernah orang-orang lakukan. Dan yang pastinya lo gak mau ini terulang lagi. Yuk di lihat ke bawah! 1. Ngelucu Tapi Gak Lucu Saat lo cerita panjang lebar, dan berusaha untuk menyuguhkan suatu lelucon pada teman-teman lo, ternyata lelucon lo itu... GARING! Pasti pernah kan? Duh, berharap banget deh ini gak terulang lagi!